Padang, Javanusa—Jemaah haji Kloter 02 Embarkasi Padang (PDG 02) asal Provinsi Bengkulu menjalani transit sekitar empat jam di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (25/4/2026) dini hari. Setelah itu, petugas memberangkatkan jemaah menuju Madinah.
Kepala UPT Asrama Haji sekaligus PPIH Embarkasi Padang, Afrizen menyambut langsung kedatangan jemaah.
Ia melaporkan, jemaah tiba di BIM pukul 01.15 WIB. Petugas kemudian mengarahkan mereka ke ruang tunggu untuk mengikuti proses layanan keberangkatan.
“Alhamdulillah, jemaah kloter 02 tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Proses dari pesawat menuju ruang tunggu berjalan lancar,” ujar Afrizen.
Ia menjelaskan, jumlah jemaah dalam kloter ini mencapai 393 orang. Petugas juga menangani dua jemaah yang kartu Nusuknya belum aktif. Proses penyelesaian dilakukan di bandara sebelum keberangkatan.
Selama masa transit, petugas menyediakan layanan konsumsi berupa makanan dan minuman hangat. Layanan ini menjadi bagian dari standar pelayanan embarkasi.
“Situasi di ruang tunggu Bandara Minangkabau terpantau aman dan seluruh proses layanan berjalan tertib,” katanya.
Penerbangan Lebih Cepat dari Jadwal
Jemaah Kloter 02 Embarkasi Padang (PDG 02) berangkat menuju Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-3502.
Afrizen menyebutkan, jadwal awal keberangkatan pukul 05.20 WIB. Namun, pesawat lepas landas lebih awal pada pukul 05.02 WIB atau 18 menit lebih cepat.
“Seluruh jemaah terangkut sesuai manifest tanpa kursi kosong (open seat),” ujarnya kepada tim Humas PPIH Embarkasi.
Ia menambahkan, sebanyak 20 jemaah menggunakan kursi roda. Selain itu, 17 jemaah membawa tongkat sebagai alat bantu mobilitas. Meski demikian, seluruh jemaah dalam kondisi sehat.
Secara keseluruhan, kloter ini terdiri dari 171 jemaah laki-laki dan 222 jemaah perempuan. Total bagasi yang tercatat mencapai 7.848 kilogram.
Keberangkatan kloter ini menunjukkan upaya efisiensi layanan embarkasi, khususnya dalam pengelolaan waktu transit. Dengan pengaturan yang tepat, proses pemberangkatan jemaah berlangsung lebih cepat dan tertib. (*/red)






