Padang Panjang, Javanusa—PT NPM menggelar trauma healing pascabencana Padang Panjang dengan mengajak warga terdampak berwisata ke sejumlah destinasi di Sumatera Barat.
Program ini menyasar anak-anak dan lansia untuk membantu pemulihan psikologis setelah banjir bandang.
Kegiatan berlangsung pada Minggu (8/2/2026) dan diikuti puluhan penyintas dari wilayah terdampak. Selain rekreasi, peserta mendapat pendampingan psikososial dan aktivitas edukatif.
Direktur Utama PT NPM, Angga Vircansa Chairul, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif sosial perusahaan berbasis di Kota Padang Panjang. Program difokuskan pada pemulihan mental warga yang terdampak langsung bencana.
“Ini murni dari kami untuk warga Padang Panjang. Kami ingin membantu penyintas, terutama anak-anak dan lansia, agar sejenak melupakan trauma,” kata Angga.
Menurut dia, rekreasi bersama dapat menjadi terapi sederhana untuk memulihkan kondisi emosional korban bencana. Interaksi sosial dan suasana baru dinilai membantu mengurangi tekanan psikologis.
Peserta rekreasi mengunjungi sejumlah lokasi populer di Sumatera Barat. Di antaranya Kelok Sembilan, Lembah Harau, dan Kota Bukittinggi.
Selama perjalanan, panitia menyiapkan permainan edukatif, makan bersama, serta sesi pendampingan ringan. Pendekatan ini dirancang agar penyintas tetap merasa aman dan diperhatikan.
Lurah Silaing Bawah, Yohanes Alatumahu, mengapresiasi langkah PT NPM dalam membantu pemulihan mental warganya. Ia menyebut kegiatan ini relevan dengan kebutuhan penyintas pascabencana.
“Kami berterima kasih kepada PT NPM yang memfasilitasi trauma healing bagi warga terdampak banjir bandang. Ini sangat membantu mengurangi beban psikologis mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian Pemerintah Kota Padang Panjang juga terus mengalir melalui bantuan dan dukungan lintas pihak. Sinergi pemerintah dan swasta dinilai mempercepat proses pemulihan warga.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku terbantu karena bisa keluar dari tekanan pascabencana.
Salah seorang penyintas, Ermawati, mengatakan kegiatan tersebut memberi ruang hiburan setelah kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Ia berharap program serupa terus berlanjut.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Semoga ke depan lebih banyak pihak terlibat agar pemulihan korban tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan sosial,” katanya. (*/red)






