Padang, Javanusa—Lebih dari tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang pada November 2025, sebagian warga masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih karena infrastruktur penyediaan air di daerah terdampak belum sepenuhnya pulih.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang terus menyalurkan air bersih ke kawasan yang masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan air layak.
Distribusi berlangsung hampir setiap hari dengan menyasar permukiman warga, wilayah yang terdampak kerusakan jaringan air bersih, serta kawasan hunian sementara (huntara) yang masih ditempati korban bencana.
Sebanyak 93 Ribu Liter Air Disalurkan ke Empat Kecamatan
Berdasarkan laporan distribusi pada 6 Juni 2026, tim gabungan BPBD dan Damkar menyalurkan 93.000 liter air bersih ke sejumlah titik di Kecamatan Kuranji, Pauh, Koto Tangah, serta beberapa lokasi huntara.
Tim menggunakan lima armada tangki air milik BPBD dan Damkar Kota Padang untuk mendukung penyaluran tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan distribusi air bersih masih diperlukan karena sejumlah wilayah belum sepenuhnya memperoleh layanan air secara normal setelah bencana.
“Masih terdapat beberapa kawasan yang mengalami kendala pasokan air bersih akibat dampak kerusakan infrastruktur. Karena itu, BPBD bersama Damkar terus melakukan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Hendri, Minggu (7/6/2026).
Menurut Hendri, petugas menentukan lokasi dan jadwal distribusi berdasarkan laporan warga, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta hasil pemantauan di lapangan.
Tim distribusi secara rutin mendatangi wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
Dukungan PDAM Perkuat Penyaluran Air Bersih
Hendri menambahkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang turut mendukung pelaksanaan distribusi dengan menyediakan sumber air bagi armada tangki.
“Dukungan PDAM sangat membantu sehingga distribusi air bersih dapat terus berjalan, terutama untuk daerah yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air,” katanya.
Total Distribusi Mencapai 20 Juta Liter
Data BPBD mencatat, sejak operasi penyaluran air bersih dimulai pada masa tanggap darurat November 2025 hingga 6 Juni 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 20 juta liter.
Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih masih tinggi di sejumlah wilayah terdampak. Data itu juga menggambarkan bahwa proses pemulihan pascabencana masih berlangsung hingga saat ini.
BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat sampai layanan air bersih di seluruh wilayah terdampak kembali beroperasi secara normal. (*/red)






