Disampaikan, Prodi Magister Manajemen Bencana merupakan magister akan dikunjungi bagi mereka yang tidak lagi berbicara tentang pendidikan sebagai kewajiban tetapi pendidikan sebagai upaya pribadi untuk mengembangkan ilmunya ke tingkat lebih lanjut.
“Mereka yang kuliah S2 membutuhkan perencanaan, keputusan dan keputusan itu tidak bisa cepat,” ujarnya.
Ia bersyukur sudah disetujuinya prodi ini oleh Senat Akademik Universitas (SAU) yang nanti akan diproses lebih lanjut ke BANPT dan dikeluarkannya SK oleh rektor.
“Insya Allah kalau tidak ada aral melintang maka semester genap sudah membuka prodi ini,” sambungnya.
Prodi ini berkaitan dengan berbagai aspek diantaranya teknik sipil, teknologi, kesehatam, sosial budaya, sejarah, ekonomi, kesehatan masyarakat, termasuk kedokteran karena masalah bencana bukan masalah simple, single tetapi multiple dan komplek.
Oleh karena itu, ia berharap melalui forum ini akan menjadi energi bagi Sekolah Pascasarjana, dengan prodi baru untuk diminati dan menjadi salah satu prodi unggulan yang bisa memberikan kontribusi pada bangsa dan negara.
Sumber Berita : unand.ac.id
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






