Update Galodo Solok: 4 Warga Luka, 11 Kantor Pemerintahan Rusak, 32 Jiwa Mengungsi

Penulis -

Selasa, 22 September 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi wilayah di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok pasca banjir bandang (galodo) yang terjadi Senin (21/9/2026) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Solok)

Kondisi wilayah di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok pasca banjir bandang (galodo) yang terjadi Senin (21/9/2026) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Solok)

Solok, Javanusa—Banjir bandang atau galodo yang menerjang Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, menyebabkan empat warga luka-luka dan memaksa 32 jiwa mengungsi.

Data terbaru Pemerintah Kabupaten Solok hingga Selasa (22/9/2026) juga mencatat kerusakan pada 11 kantor pemerintahan serta puluhan kendaraan milik warga.

Bencana tersebut melanda sejumlah kawasan pada Senin (21/9/2026) malam. Tim gabungan masih melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, dan penanganan warga terdampak.

Hujan Deras Picu Galodo Solok

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, mengatakan hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (19/9/2026).

Hujan berkepanjangan kemudian memicu luapan air yang menerjang Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB pada Senin malam.

“Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu. Tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran dan evakuasi begitu laporan diterima dari staf Dinas PUPR dan BKD,” kata Nopelius kepada Padek, Selasa (22/9/2026).

Tim Gabungan Sisir Wilayah Terdampak

Wakil Bupati Solok bersama Ketua DPRD Kabupaten Solok memimpin operasi tanggap darurat di kawasan terdampak.

Petugas menyisir sejumlah titik karena banyak warga tinggal di sekitar lokasi galodo. Tim juga mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang belum masuk dalam pendataan.

Sedikitnya 12 unsur terlibat dalam penanganan bencana. Mereka terdiri atas BPBD Kabupaten Solok, Damkar, Brimob Dharmasraya, Poldam, PMI Kabupaten Solok, Basarnas, TNI Kodim 0309, Polres Solok Arosuka, BIN, I-DERU, KSR PMI Unit UNP, serta SKPD Pemkab Solok.

Warga dan pemuda dari Batang Barus serta Koto Gaek Guguk turut membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan.

Empat Warga Luka, Satu Dirujuk ke Padang

BPBD Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka akibat galodo. Tiga korban mendapat perawatan di RSUD Arosuka.

Baca Juga :  Kota Pariaman Raih Penghargaan Pembina Proklim dari Kementerian LHK

Sementara itu, satu korban menjalani rujukan ke Semen Padang Hospital (SPH) Padang karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

“Dari empat korban luka, tiga orang kami rawat di RSUD Arosuka dan satu orang dirujuk ke SPH Padang karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” ujar Nopelius.

Sebelas Kantor Pemerintahan Rusak

Galodo juga berdampak pada fasilitas pemerintahan di Kabupaten Solok. Sebanyak 11 kantor mengalami kerusakan akibat terjangan air dan material banjir.

Bangunan yang terdampak meliputi kantor DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, dan Setwan.

Kerusakan juga terjadi pada kendaraan milik masyarakat. BPBD mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.

32 Jiwa Mengungsi

Dampak galodo membuat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Sebanyak delapan kepala keluarga dengan total 26 jiwa mengungsi di rumah dinas Wakil Bupati Solok. Satu keluarga lainnya, terdiri atas enam jiwa, berada di lingkungan RSUD Arosuka.

“Pendataan dampak dan penanganan darurat masih terus berlangsung hingga saat ini. Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapat pendampingan,” kata Nopelius.

Pengungsi Membutuhkan Bantuan

BPBD Kabupaten Solok masih mendata kebutuhan warga yang berada di lokasi pengungsian. Sejumlah kebutuhan mendesak meliputi selimut, sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan khusus untuk perempuan dan bayi.

Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat memanfaatkan posko BPBD Kabupaten Solok. Posko tersebut menjadi titik penyaluran bantuan sesuai kebutuhan pengungsi.

Di tengah proses pemulihan, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Solok.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tegas Nopelius.

Baca Juga :  Kementerian ESDM Buka Posko Energi Ramadan–Idulfitri 2026, Pantau Pasokan BBM, LPG, dan Listrik

Hingga Selasa (22/9/2026), petugas masih mengoordinasikan evakuasi, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan logistik. BPBD bekerja bersama TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait dalam penanganan dampak galodo Solok. (*)

Berita Terkait

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan
BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal
Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang
Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib
Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin
Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru