Padang, Javanusa—Festival Siti Nurbaya 2024 resmi dibuka oleh Pj Wali Kota Padang Andree Algamar di pelataran parkir gedung Balai Kota lama, Jumat (2/8/2024) malam.
Pembukaan festival dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan, termasuk video mapping di gedung Balai Kota lama, pementasan cerita rakyat Siti Nurbaya, pertunjukan seni, dan penampilan band.
Pj Wako Andree dalam sambutannya mengatakan Festival Siti Nurbaya 2024 merupakan salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke 355.
Tahun ini HUT Kota Padang ke-355 mengangkat tema “Sinergitas Blue Economyand Green Economy”.
Festival Siti Nurbaya akan dimeriahkan dengan berbagai iven dan kegiatan. Salah satu iven yang digelar adalah Festival Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya merupakan cerita rakyat yang berasal dari Ranah Minang atau Minangkabau Sumatera Barat. Untuk mengenang dan melestarikan nilai–nilai seni dan budaya yang ada, maka pada tahun ini kembali Pemko Padang menggelar iven Siti Nurbaya dengan nuansa yang berbeda.
“Atas nama Pemko Padang saya memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya iven ini,” ujar Andree.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-355 Kota Padang Didi Aryadi mengatakan Festival Siti Nurbaya ini diadakan sebagai pesta rakyat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-355.
Selain itu, untuk meningkatkan minat dan daya tarik wisatawan datang dan berkunjung serta menginap di Kota Padang.
Menerapkan dan meningkatkan nilai-nilai seni dan budaya kepada masyarakat Kota Padang. Serta menjadikan gelaran Festival Siti Nurbaya sebagai media promosi bagi insan pariwisata Kota Padang.
Festival Siti Nurbaya ini akan berlangsung dari tanggal 2-7 Agustus 2024. Berbagai kegiatan akan digelar. Yakni Padang Trail Running, pertunjukan seni musik, makan bajamba, tari kreasi, lomba fashion show
Selain itu, juga ada kegiatan yang menggali kreatifitas anak muda seperti art theraphy dan pameran lukisan serta tampilan seni hologram 3D. Nonton bareng film Siti Nurbaya dan bedah karya novel Siti Nurbaya akan mewarnai bagian kegiatan Festival Siti Nurbaya kali ini.
Ada juga kegiatan lomba mewarnai tingkat TK, lomba tradisi makan bajamba, lomba kukuak ayam balenggek dan pameran ayam hias serta lomba solo song tingkat SD dan SMP.
“Festival Siti Nurbaya ditutup dengan pawai telong-telong yang diikuti 11 kecamatan, BUMD dan komunitas atau etnis yang ada di Kota Padang,” tutup Didi. (jn01)






