Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat, Tiga Daerah Jadi Perhatian

Penulis -

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026). (Foto: Adpsb)

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026). (Foto: Adpsb)

Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat langkah mitigasi kabut asap dengan meningkatkan pemantauan kualitas udara, mencegah kebakaran lahan, dan mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat.

Upaya ini menyusul kondisi udara yang memburuk akibat sebaran asap dari provinsi tetangga.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan perlunya koordinasi lintas instansi untuk menangani kondisi tersebut. Ia menyampaikan arahan itu saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihaknya tidak menemukan titik api di wilayah Sumbar. Namun, kebakaran di provinsi sekitar tetap berpotensi memengaruhi kualitas udara di daerah tersebut.

Asap dari Sumatera Selatan dan Jambi Menyebar ke Sumbar

Vasko menjelaskan, pemantauan BMKG menunjukkan tidak adanya titik api di Sumatera Barat saat kunjungan berlangsung. Ia menduga asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumbar berasal dari provinsi tetangga.

“Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Dr. Sugeng Nugroho, menjelaskan pemantauan mendeteksi banyak titik api di Sumatera Selatan dan Jambi. Pergerakan angin kemudian membawa asap ke sejumlah wilayah di bagian selatan Pulau Sumatera, termasuk Sumbar.

“Sumatera Barat termasuk daerah yang berada di kawasan tersebut. Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, meskipun pemantauan saat kunjungan tidak menunjukkan titik api di Sumbar.

Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan Jadi Perhatian

Selain mengantisipasi dampak asap dari luar daerah, Vasko meminta pemerintah daerah mewaspadai potensi kebakaran lahan di Sumatera Barat. Ia secara khusus menyoroti Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan yang memiliki riwayat kebakaran lahan.

Baca Juga :  Sinergi Forkopimda Sumbar Jadi Kunci Stabilitas dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Vasko juga meminta Dinas Kehutanan Sumbar berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar yang ditanami kelapa sawit.

Koordinasi tersebut bertujuan menelusuri penyebab kebakaran sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

“Dinas Kehutanan saya minta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya mengenai lahan bekas terbakar ditanami sawit. Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini,” tegasnya.

Pemprov Siapkan Tim Terpadu Lintas Instansi

Untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara lebih lanjut, Vasko menginstruksikan pembentukan tim terpadu. Tim ini akan melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Tim tersebut diharapkan memantau kondisi udara secara berkala dan memperkuat koordinasi antarinstansi. Selain itu, tim perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah ingin mempercepat respons terhadap perubahan kualitas udara dan potensi kebakaran lahan. Kesiapsiagaan juga perlu mencakup penanganan dampak cuaca ekstrem.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Bencana Hidrometeorologi

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengingatkan pentingnya pemantauan cuaca secara berkala menjelang November–Desember. Menurutnya, perubahan pola atmosfer dan angin muson akan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko kebakaran. Di sisi lain, hujan berintensitas tinggi juga dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Karena itu, penanganan perlu berfokus pada tiga prioritas. Pertama, mencegah kebakaran lahan. Kedua, mempercepat respons terhadap kebakaran dan penurunan kualitas udara. Ketiga, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem.

Dalam kunjungan tersebut, Vasko didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Dr. Ferdinal Asmil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Ir. Kuartini Deti Putri, serta Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Mursalim.

Baca Juga :  Smart Surau Diperkuat, Wali Kota Padang Siapkan Digitalisasi Masjid

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Edral Pratama serta Kepala UPTD KPHL Agam Raya pada Dinas Kehutanan Sumbar, Syamsul Bahri. (*)

Berita Terkait

Diplomatic Dinner Bajamba, Fadly Amran Siapkan Promosi Kuliner Padang ke Dunia
Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit Ilegal, Polisi Pasang Garis Pembatas
Drainase Tersumbat Picu Genangan di Enam Suku, Wali Kota Solok Instruksikan Pembersihan
Wako Fadly Amran Dorong Sinergi Pendampingan Lansia Melalui Program Peduli Warga Emas
Wali Kota Padang Dukung Marandang 2026, Jadi Ruang Kolaborasi Komunitas Kreatif
Pemko Padang Uji Coba Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, Warga Diimbau Sedot Septik Tiap 2–3 Tahun
Jelang Purnatugas, Corri Saidan Kenang 34 Tahun Pengabdian sebagai ASN Pemko Padang
Mar Alamsyah: Pilwana Susulan Empat Nagari Pessel Belum Terjadwal, DPMD Tunggu Pilwana Serentak Selesai

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Ramalan Zodiak 19 Oktober 2026: Scorpio hingga Pisces Lepas dari Masa Sulit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Ramalan Zodiak 17 Oktober 2026: 4 Zodiak Ini Berpeluang Ketiban Hoki

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:25 WIB

4 Zodiak Ini Diprediksi Beruntung pada 16 Oktober 2026, Pluto Bawa Perubahan Besar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:09 WIB

4 Zodiak Mulai Muak Dimanfaatkan, Aries hingga Capricorn Berani Pasang Batas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:04 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 14 Oktober 2026, Aries hingga Capricorn Berpeluang Raih Kelimpahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Ramalan Zodiak 13 Oktober 2026: Libra, Leo dan Gemini Berpeluang Dapat Kejutan Cinta

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:23 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung 12 Oktober 2026, Taurus hingga Pisces Berpeluang Raih Hal Baik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Ramalan Zodiak Minggu 11 Oktober 2026: Aries, Gemini, Libra Bersiap Sambut Perubahan Positif

Berita Terbaru