Wali Kota Padang Terbitkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Penulis -

Sabtu, 5 September 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran. (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap setelah kualitas udara di sejumlah wilayah kota mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Padang Fadly Amran menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.11/8/DKK-PDG/2026 pada 4 September 2026. Surat tersebut memuat sejumlah langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara tercemar.

Pemerintah menyebut kabut asap dari kebakaran lahan di wilayah sekitar serta kondisi cuaca turut memengaruhi kualitas udara. Karena itu, upaya perlindungan perlu dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan.

Surat edaran itu ditujukan kepada kepala perangkat daerah, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, camat, lurah, serta masyarakat Kota Padang.

Batasi Aktivitas Saat Kualitas Udara Buruk

Pemko Padang meminta masyarakat menyesuaikan kegiatan di luar ruangan dengan kondisi kualitas udara. Warga sebaiknya memilih waktu ketika kualitas udara relatif lebih baik untuk beraktivitas di luar rumah.

Kelompok rentan mendapat perhatian khusus. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis dianjurkan lebih banyak berada di dalam ruangan.

Sekolah dan tempat kerja juga diminta mempertimbangkan pengurangan aktivitas luar ruangan ketika indeks kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Gunakan Masker untuk Menyaring PM2.5

Masyarakat yang tetap harus keluar rumah diminta menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus PM2.5. Seperti N95, KN95, dan masker bedah.

Penggunaan masker perlu dilakukan dengan benar. Masker harus menutup hidung dan mulut secara rapat agar tidak menyisakan celah.

Warga juga perlu mengganti masker secara berkala, terutama jika kondisinya sudah lembap, kotor, atau rusak.

Kurangi Paparan Kabut Asap di Dalam Rumah

Perlindungan juga perlu dilakukan di lingkungan tempat tinggal. Saat kualitas udara luar memburuk, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah.

Baca Juga :  Daftar Lengkap 36 Tim Liga Champions 2026/2027

Pintu dan jendela dapat kembali dibuka ketika kondisi udara membaik. Langkah tersebut membantu menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.

Bagi masyarakat yang memiliki air purifier, perangkat tersebut dapat digunakan untuk membantu menjaga kualitas udara. Filternya perlu dibersihkan secara rutin.

Pemko juga mengingatkan warga agar tidak merokok di dalam rumah. Pembakaran sampah di sekitar tempat tinggal juga perlu dihindari.

Selain itu, masyarakat dianjurkan membersihkan rumah secara berkala menggunakan lap basah. Cara tersebut membantu mengurangi debu yang menempel di berbagai permukaan.

Jaga Kondisi Tubuh

Selain mengurangi paparan polusi, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh selama kabut asap berlangsung.

Surat edaran mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih. Kebutuhan yang dianjurkan minimal delapan gelas setiap hari.

Pola makan bergizi seimbang juga penting. Masyarakat dianjurkan memperbanyak buah dan sayuran yang mengandung vitamin C serta antioksidan.

Beberapa pilihan yang disebut dalam imbauan antara lain jeruk, jambu biji, pepaya, bayam, dan brokoli. Istirahat selama 7–8 jam setiap hari juga dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh.

Kenali Gejala Gangguan Kesehatan

Paparan udara buruk dapat disertai berbagai keluhan kesehatan. Masyarakat diminta memperhatikan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, serta iritasi tenggorokan.

Keluhan lain yang perlu diwaspadai mencakup mata perih atau berair dan pusing. Jika gejala tidak membaik atau justru memburuk, warga diminta segera mencari pertolongan medis.

Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit jantung juga perlu lebih waspada. Mereka dianjurkan membawa obat pribadi, termasuk inhaler, saat bepergian. Pemeriksaan medis tidak boleh ditunda jika muncul sesak napas berat atau sesak yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 28 Juli 2026: BMKG Prediksi Hujan Lebat di Pasbar dan Lima Puluh Kota
Pantau Indeks Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

Pemko Padang turut meminta masyarakat memantau kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Informasi kualitas udara dapat diketahui melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Index (AQI). Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi resmi dan kanal informasi yang menyediakan data kualitas udara. Seperti aplikasi IQAir, aplikasi BMKG dan informasi dari kanal lainnya.

Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat mengurangi paparan polutan sekaligus menjaga kesehatan selama kualitas udara di Kota Padang belum kembali membaik. (*)

Berita Terkait

BPBD Padang Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Asap Sepekan Ke Depan
Prakiraan Cuaca Sumbar 28 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah
Prakiraan Cuaca Sumbar 27 Oktober 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Prakiraan Cuaca Sumbar 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat di 3 Daerah
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, 6 Wilayah Berstatus Siaga
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar 24 Oktober 2026, Ini Wilayah Siaga
Peringatan Dini BMKG Sumbar 23 Oktober 2026: Enam Daerah Berstatus Siaga Hujan Lebat
Prakiraan Cuaca Sumbar 22 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru