“Nanti sisanya didistrubusikan ke kecamatan, memang tidak banyak, semoga dapat membantu masyarakat agar terhindar dari kabut asap,” harap Hendri Septa.
Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Fitrah, mengaku senang mendapat masker gratis. Diakuinya ketika itu dirinya lupa membawa masker dari rumah.
“Alhamdulillah sampai di siko diagiah masker samo pak Wali (Alhamdulillah sampai di sini diberi masker sama pak Wali),” ujar Fitrah.
Diketahui, Kota Padang memang terpapar asap kiriman dari daerah tetangga. Akibatnya kota tersebut diselimuti kabut asap sejak beberapa pekan ini.
Kondisi terparah terjadi pada Rabu (18/10/2023) lalu. Berdasarkan data AQMS Kota Padang, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) naik ke level tidak sehat. Pencemaran udara di Padang berada pada level kuning dengan angka 105.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Edi Hasymi menilai, penyebab tebalnya kabut asap di Padang karena kiriman asap dari provinsi lain. Ditambah lagi pengaruh Elnino dan arah angin.
“Terjadinya peningkatan ISPU tersebut juga dikarenakan beberapa faktor. Seperti sumber api yang berasal dari kota, provinsi tetangga. Kemudian, juga dipengaruhi oleh arah angin dan Elnino yang menyebabkan faktor udara di Kota Padang menjadi tidak sehat,” ucap Edi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






