Pariaman, Javanusa—Upaya memperbaiki kualitas hunian warga kurang mampu di Kota Pariaman mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.
Wali Kota Pariaman Yota Balad meninjau rumah milik Syamsurizal Tuanku Sidi di Desa Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, yang tengah direnovasi melalui Program BERANI (Benah Rumah Bina Penghuni) Kementerian Agama Kota Pariaman, Sabtu (3/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Yota Balad didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Rinalfi.
Peninjauan ini untuk melihat langsung progres perbaikan rumah yang dibiayai dari dana zakat aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kota Pariaman, sebagai bagian dari layanan umat berbasis filantropi Islam.
Program BERANI merupakan inisiatif Kemenag Kota Pariaman yang berfokus pada aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan.
Melalui program “Benah Rumah, Bina Penghuni”, Kemenag tidak hanya melakukan renovasi rumah warga kurang mampu agar layak huni, tetapi juga memberikan pembinaan kepada penghuninya, termasuk penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Wali Kota Yota Balad menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenag Kota Pariaman. Ia menilai program tersebut memiliki dampak sosial yang kuat.
“Saya melihat Program BERANI ini sangat bagus dan sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Pariaman, khususnya program unggulan Pariaman Risalah,” ujar Yota Balad.
Menurutnya, Program BERANI Kemenag Kota Pariaman juga memperlihatkan kepedulian nyata ASN terhadap warga kurang mampu.
Program ini tidak hanya membenahi hunian, tetapi juga membangun karakter dan lingkungan sosial masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, Rinalfi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi kemiskinan berbasis zakat.
Renovasi rumah dilakukan agar warga dapat tinggal di lingkungan yang sehat dan aman.
Selain itu, pendampingan keagamaan diberikan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kemenag provinsi hingga UPZ setempat.
“Program ini didukung penuh oleh Kemenag Provinsi Sumbar dan UPZ, dengan total bantuan sebesar Rp20 juta,” kata Rinalfi.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di Kota Pariaman. (*/red)






