Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii menyebut jaringan pesantren di Indonesia berpotensi menjadi ruang implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Syafii saat menjadi narasumber dalam kegiatan Takjil Pesantren: Talk Show dan Ngaji Bareng Santri bertema Menjaga Kerukunan Indonesia dari Pesantren di Pesantren Al-Qur’an dan Sains Nurani, Rabu (12/3/2026).
Menurut Syafii, keterlibatan pesantren dalam program MBG dinilai penting karena jumlah santri di Indonesia mencapai jutaan orang.
Jika program tersebut menjangkau pesantren, para santri dapat memperoleh akses terhadap pemenuhan gizi yang lebih baik.
“Kalau program Makan Bergizi Gratis ini juga menjangkau pesantren, maka jutaan santri kita bisa merasakan manfaatnya,” kata Syafii.
Ia menjelaskan, pesantren memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadikannya salah satu ruang strategis untuk menjalankan program peningkatan kesehatan dan gizi bagi generasi muda.
Data Kementerian Agama menunjukkan jumlah pesantren di Indonesia saat ini sekitar 42 ribu lembaga. Dari jumlah tersebut, terdapat lebih dari 10 juta santri dan sekitar 1,8 juta kiai yang terlibat dalam ekosistem pendidikan pesantren.
Dengan skala tersebut, Syafii menilai pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung program pembangunan sumber daya manusia, tidak hanya melalui pendidikan keagamaan, tetapi juga pembinaan kesehatan, gizi, dan penguatan karakter santri. (*/red)






