Surabaya, Javanusa—Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meninjau sejumlah destinasi dan fasilitas transportasi di Surabaya menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.
Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan destinasi wisata dan layanan transportasi menghadapi potensi peningkatan jumlah wisatawan.
Peninjauan dimulai di kawasan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, Kamis (12/3/2026). Kedua situs tersebut dibangun untuk mengenang peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Monumen Tugu Pahlawan mulai dibangun pada 1951 dan diresmikan setahun kemudian. Sementara Museum Sepuluh Nopember berfungsi sebagai pelengkap monumen dengan menampilkan koleksi sejarah terkait peristiwa pertempuran di Surabaya.
Menurut Ni Luh Puspa, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata sebelum periode libur panjang. Kunjungan di Jawa Timur dilakukan sejak sehari sebelumnya di Malang, sebelum dilanjutkan ke Surabaya.
“Hari ini kami meninjau Tugu Pahlawan dan museum, kemudian ke Pantai Kenjeran, dan terakhir ke Bandara Internasional Juanda,” ujarnya.
Selanjutnya, Wamenpar mengunjungi Taman Hiburan Pantai Kenjeran yang menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat di Surabaya.
Di lokasi ini, ia meninjau pos pemantauan CCTV serta kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk peralatan medis, ambulans, dan tenaga medis.
Ni Luh Puspa juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya yang bertugas selama masa libur Lebaran.
Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan ke THP Kenjeran saat libur Lebaran diperkirakan mencapai lebih dari tiga ribu orang sehingga kesiapan fasilitas dan pengamanan perlu diperhatikan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bandara Internasional Juanda untuk memantau kesiapan layanan transportasi udara menjelang arus mudik dan libur panjang.
Di bandara tersebut, Wamenpar meninjau sejumlah fasilitas layanan penumpang, antara lain Posko Siaga Idul Fitri, konter check-in, fasilitas kamar mandi, Tab Capsule, fasilitas kesehatan, serta ruang laktasi. Ia juga sempat berdialog dengan penumpang di ruang tunggu dan membagikan takjil.
Kementerian Pariwisata, kata Ni Luh Puspa, telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pelaku industri pariwisata terkait penyelenggaraan libur Nyepi dan Lebaran yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
Dalam rangkaian kegiatan di Jawa Timur, Wamenpar juga memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang.
Kuliah bertema “Smart and Sustainable Hospitality, Sinergi Teknologi Digital, Penguatan SDM, dan Transformasi Kebijakan Pariwisata Indonesia” tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam industri pariwisata, seiring perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial di sektor tersebut. (*/red)






