Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menyiapkan perbaikan jalan lingkungan di RW 19 RT 004, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Namun, pelaksanaan proyek tersebut baru dapat dimulai setelah seluruh warga mencapai kesepakatan bersama untuk mendukung pembangunan.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat meninjau langsung kondisi jalan lingkungan di kawasan tersebut.
Peninjauan menjadi bagian dari langkah cepat Pemerintah Kota Padang dalam merespons kebutuhan infrastruktur masyarakat melalui program Padang Gercep (Gerak Cepat).
Maigus menegaskan, dukungan penuh masyarakat menjadi syarat utama agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.
Menurutnya, kesepakatan warga akan memberikan kepastian sehingga pekerjaan fisik dapat dilaksanakan sesuai rencana.
“Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk gerak cepat dari Pemerintah Kota Padang. Selain itu, ini juga merupakan implementasi program unggulan Padang Amanah sebagai wujud pembangunan masyarakat di tingkat RW, serta Padang Rancak yang berfokus pada perbaikan jalan dan drainase di Kota Padang,” ujar Maigus Nasir.
Ia meminta masyarakat segera menggelar musyawarah untuk menyatukan keputusan.
“Di daerah ini perbaikan jalan bisa dilakukan, tergantung dari komitmen warganya. Silakan lakukan diskusi terlebih dahulu. Jika seluruh warga telah sepakat, maka dapat dibuat surat pernyataan agar tidak terjadi kendala saat pengerjaan berlangsung,” tambahnya.
Dinas Perkim Siap Kerjakan Jalan Beton
Menindaklanjuti rencana tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Try Hadiyanto, memastikan pihaknya siap memulai pekerjaan setelah warga menyampaikan kesepakatan secara resmi.
Jalan lingkungan yang direncanakan akan dibangun memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar tiga meter.
“Kami siap melaksanakan proyek ini, tergantung dari kesiapan dan kesepakatan warga. Jika warga bersedia, maka kami siap melaksanakan pembangunan jalan,” kata Try.
Selain memenuhi kebutuhan akses masyarakat, proyek itu juga mendukung upaya penanganan kawasan yang berpotensi terdampak bencana.
Konstruksi Beton Dipilih Lebih Tahan Lama
Dinas Perkim memilih konstruksi beton sebagai material utama jalan lingkungan tersebut. Pilihan itu didasarkan pada pertimbangan daya tahan yang lebih baik dibandingkan konstruksi aspal.
“Penggunaan konstruksi beton dinilai lebih tepat untuk jalan lingkungan ini karena memiliki daya tahan yang jauh lebih baik dan lebih awet dibandingkan aspal,” pungkas Kepala Dinas Perkim.
Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir didampingi Camat Nanggalo David Ferdinand, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kehadiran pemerintah daerah mendapat sambutan positif karena dinilai menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan infrastruktur di lingkungan mereka. (*)






