Pariaman, Padek—Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi mengusulkan Wali Kota Pariaman Yota Balad sebagai Ketua DMI Kota Pariaman.
Usulan itu disampaikannya dalam Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pariaman yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (21/1/2026).
Musda II DMI Kota Pariaman dilaksanakan oleh caretaker DMI sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menjelang pembentukan kepengurusan definitif.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PW DMI Sumatera Barat Ganefri, Forkopimda, serta jajaran OPD dan tokoh keagamaan setempat.
DMI Butuh Pemimpin yang Kuat
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, selaku Ketua Caretaker DMI Kota Pariaman, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang solid untuk menggerakkan organisasi.
“Karena DMI adalah organisasi penting, kami mengusulkan Wali Kota Yota Balad sebagai Ketua DMI agar organisasi berjalan efektif dan programnya sinkron dengan Pemko,” ujar Mulyadi.
Ia menilai, posisi wali kota sebagai ketua akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat realisasi program pemakmuran masjid.
Menurut Mulyadi, keberadaan DMI sangat penting dalam mendukung visi-misi kepala daerah, khususnya pada sektor keagamaan.
Ia menyebut sejumlah program unggulan Pemko Pariaman yang relevan dengan peran DMI, seperti Program Risalah, Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau, serta Pesantren ASN.
Program-program tersebut, kata Mulyadi, membutuhkan dukungan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan karakter generasi muda.
Dorong Masyarakat Religius dan Berdaya
Mulyadi berharap, jika Yota Balad memimpin DMI, akan terjadi peningkatan kualitas sinergi antara pemerintah dan pengurus masjid.
“Sinergi DMI dan Pemko menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang religius, sejahtera, dan berdaya,” katanya.
Ia menambahkan, masjid harus menjadi pusat peradaban yang tidak hanya aktif dalam ibadah, tetapi juga pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
Mulyadi berharap Musda II DMI Kota Pariaman melahirkan kepengurusan yang solid, inovatif, dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya program kerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pariaman.
“Kontribusi masjid harus diperkuat dalam pembangunan sosial dan keagamaan masyarakat,” pungkasnya.
(*/red)






