Padang, Javanusa—Ketua Umum PMI Jusuf Kalla bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau lokasi banjir di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Sabtu (20/12/2025).
Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi penanganan pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut pada November 2025. Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan PMI memastikan proses pemulihan berjalan bertahap dan terkoordinasi.
Jusuf Kalla meninjau kondisi sungai yang terbelah akibat terjangan banjir bandang. Tumpukan kayu berukuran besar terlihat memenuhi alur sungai dan menghambat aliran air.
Petugas gabungan saat ini melakukan pengerukan sungai menggunakan alat berat. Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko banjir susulan di kawasan Batu Busuk.
PMI Siap Dukung Pemulihan Banjir Padang
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini menegaskan komitmen PMI dalam mendukung pemulihan pascabencana di Kota Padang. Ia meminta PMI Kota Padang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Relawan PMI harus menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan riil di lapangan. PMI siap mendukung penuh upaya pemerintah selama masa tanggap darurat,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir. Dukungan PMI diharapkan membantu warga Batu Busuk kembali beraktivitas secara normal.
Pemko Padang Apresiasi Peran PMI
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi kehadiran PMI pusat di lokasi bencana. Ia menilai keterlibatan langsung PMI memperkuat penanganan pascabencana di tingkat daerah.
“PMI Kota Padang terus bahu-membahu dengan Pemko Padang dalam pemulihan pascabencana. Kehadiran PMI pusat memberi dukungan moral dan teknis bagi masyarakat,” ujar Maigus.
Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak
Maigus menjelaskan, sebagian warga terdampak telah menempati hunian sementara. Namun, kebutuhan alat pembersih lumpur dan perlengkapan pendukung masih sangat dibutuhkan.
“Saat ini kami memerlukan dukungan peralatan untuk membersihkan rumah warga serta kebutuhan dasar lainnya,” kata Maigus.
Ia menambahkan, Pemko Padang tengah mengupayakan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap. Sementara itu, warga terdampak diungsikan ke Perumahan Nelayan di Kecamatan Koto Tangah. (*/red)






