1.653 Sekolah Dikeluarkan dari Penerima MBG, BGN Prioritaskan Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi

Penulis -

Jumat, 11 September 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mengarahkan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah yang paling membutuhkan.

Wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi menjadi sasaran utama dalam tahap berikutnya.

Kebijakan tersebut muncul setelah BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG.

Sekolah-sekolah itu berstatus internasional dan memiliki kemampuan finansial sendiri sehingga tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

BGN Petakan Sekolah yang Belum Terlayani

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, pemerintah tidak akan memperluas layanan secara serentak ke seluruh wilayah.

BGN akan menentukan prioritas berdasarkan pemetaan satuan pendidikan yang belum memperoleh layanan MBG.

“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Mas Dar di Jakarta.

Menurut dia, kondisi kebutuhan di setiap daerah menjadi pertimbangan penting dalam menentukan sasaran perluasan program.

BGN juga memberi perhatian khusus kepada wilayah yang masih memiliki banyak sekolah tanpa layanan MBG.

Maluku dan Papua menjadi salah satu contoh wilayah prioritas. Berdasarkan pendataan BGN, sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut belum memperoleh layanan MBG.

Maluku dan Papua Jadi Perhatian

Mas Dar mengatakan jumlah sekolah yang belum terlayani di Maluku dan Papua menunjukkan masih besarnya kebutuhan perluasan program. Karena itu, kedua wilayah tersebut masuk dalam fokus pengembangan layanan MBG.

“Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Bawaslu on Car Free Day, Awasi Pemilu agar Berintegritas

Selain Maluku dan Papua, BGN juga akan menyasar wilayah 3T lain yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah turut mempertimbangkan daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi dalam menentukan urutan prioritas.

SPPG Dibuka Bertahap

Untuk memperluas cakupan MBG, BGN menyiapkan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah lokasi prioritas.

Namun, BGN tidak akan membuka seluruh SPPG secara bersamaan. Pelaksanaannya akan berlangsung bertahap dan menyesuaikan kebutuhan serta kesiapan masing-masing daerah.

“Kami akan segera membuka SPPG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur,” kata Mas Dar.

BGN juga memastikan ekspansi layanan tidak hanya mengejar kecepatan. Pengelola program perlu memastikan setiap dapur SPPG mampu beroperasi dengan aman, efisien, dan tepat sasaran.

“Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB