80 Persen Daerah Sudah Bebas, Indonesia Percepat Target Eliminasi Malaria 2030

Penulis -

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi Malaria Indonesia Tahun 2025. (Foto: Kemenkes)

Situasi Malaria Indonesia Tahun 2025. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Indonesia terus mempercepat langkah eliminasi malaria hingga 2030 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menegaskan eliminasi malaria membutuhkan strategi berkelanjutan di setiap daerah.

Ia menyampaikan hal itu di Jakarta saat memperingati Hari Malaria Sedunia 2026 pada Kamis (30/4).

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030 sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Upaya tersebut menunjukkan hasil signifikan hingga 2026. Sebanyak 412 dari 514 kabupaten/kota atau sekitar 80 persen wilayah Indonesia sudah terbebas dari penularan malaria.

Tujuh provinsi juga mencatat status bebas malaria, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.

Kasus Masih Tinggi di Papua

Meski capaian nasional meningkat, malaria tetap menjadi ancaman serius di kawasan timur Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat 706.297 kasus malaria pada 2025 atau naik 30 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 543.965 kasus. Sebanyak 95 persen kasus nasional atau sekitar 674.046 kasus terjadi di wilayah Papua.

Peningkatan tersebut dipicu oleh intensifikasi penemuan kasus aktif serta perbaikan sistem pelaporan digital melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL).

“Sebanyak 95 persen kasus malaria berasal dari Papua yang mencakup enam provinsi,” ujar Andi.

Strategi TOKEN dan Contoh Keberhasilan

Pemerintah tetap optimistis dapat menekan kasus malaria, termasuk di Papua.

Kabupaten Maybrat di Papua Barat Daya menjadi contoh keberhasilan setelah berhasil mencapai status bebas malaria.

Kementerian Kesehatan menerapkan strategi TOKEN, yakni Temukan, Obati, dan Kendalikan Vektor untuk menekan penyebaran penyakit.

Intervensi juga menyasar kelompok dengan mobilitas tinggi seperti pekerja tambang, perambah hutan, TNI, Polri, serta masyarakat adat.

Baca Juga :  FIFA Tunjuk Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Ini Rekam Jejaknya

Petugas membagikan kelambu dan memberikan pengobatan pencegahan secara terarah.

Ancaman Penularan Ulang Tetap Ada

Pemerintah mengingatkan daerah yang sudah bebas malaria agar tetap waspada. Andi menegaskan mempertahankan status bebas malaria sama sulitnya dengan mencapainya.

Beberapa daerah bahkan mengalami lonjakan kasus hingga Kejadian Luar Biasa setelah sebelumnya dinyatakan bebas.

Mobilitas penduduk yang tinggi dan iklim tropis meningkatkan risiko penularan ulang malaria.

Karena itu, pemerintah mendorong pengelolaan lingkungan seperti tambak, lahan tambang terbengkalai, dan rawa secara kolaboratif.

Apresiasi untuk Daerah Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, Menteri Kesehatan akan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada kepala daerah yang berhasil menghentikan penularan sepanjang tahun lalu.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Halo Kemenkes di hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB