Javanusa.com—Minuman tradisional Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga masih banyak dikonsumsi karena dipercaya membantu menjaga kesehatan.
Beragam jamu dan minuman berbahan rempah menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, hingga membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan rempah-rempah sebagai bahan utama minuman herbal. Berbagai jenis jamu diracik dari tanaman obat dan rempah alami yang kaya senyawa aktif sehingga banyak digunakan untuk menjaga kebugaran maupun membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan.
Setiap minuman tradisional memiliki komposisi dan manfaat yang berbeda. Berikut sembilan minuman tradisional Indonesia yang populer beserta khasiatnya.
1. Beras Kencur, Bantu Jaga Imunitas dan Lancarkan Pencernaan
Beras kencur merupakan jamu khas Jawa yang dibuat dari kencur dan air rendaman beras. Beberapa racikan juga menambahkan kapulaga, temu kunci, asam jawa, pala, serta kapur.
Kandungan antioksidan pada kencur membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sekaligus melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, minuman ini dapat membantu meredakan tenggorokan yang tidak nyaman, mengurangi gejala flu, meningkatkan produksi enzim pencernaan, serta mengatasi perut kembung.
2. Kunyit Asam, Redakan Peradangan dan Nyeri Haid
Kunyit asam dikenal karena perpaduan rasa pahit kunyit dan asam segar dari asam jawa. Minuman herbal ini menjadi salah satu jamu yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.
Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan. Senyawa tersebut juga berperan sebagai antioksidan yang mendukung kesehatan kulit. Bagi perempuan, kunyit asam kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan kram dan nyeri saat menstruasi.
3. Bajigur, Hangatkan Tubuh dan Ringankan Gangguan Pencernaan
Bajigur berasal dari Jawa Barat dan memiliki cita rasa manis serta gurih karena dibuat dari jahe, gula aren, dan santan. Minuman ini sering disajikan bersama kolang-kaling, pisang, atau waluh kukus.
Jahe dalam bajigur memiliki sifat antiradang dan antibakteri yang dapat membantu meredakan batuk maupun sakit tenggorokan. Mengutip Johns Hopkins Medicine, jahe juga membantu mengurangi konstipasi dengan memperlancar pengeluaran gas dari saluran pencernaan.
4. Galian Singset, Herbal yang Dipercaya Menjaga Bentuk Tubuh
Galian singset merupakan jamu yang diracik dari temulawak, jahe, kunyit, serai, kayu manis, ketumbar, merica, dan asam jawa.
Secara tradisional, masyarakat percaya ramuan ini membantu menjaga bentuk tubuh karena dianggap mendukung proses pembakaran lemak. Selain itu, bahan-bahan herbalnya dipercaya membantu mencerahkan kulit, menjaga aroma tubuh, dan mengencangkan organ kewanitaan.
5. Wedang Uwuh, Kaya Rempah dengan Banyak Khasiat
Wedang uwuh berasal dari Yogyakarta. Nama “uwuh” berarti sampah dalam bahasa Jawa karena tampilan rempah-rempahnya menyerupai tumpukan dedaunan.
Minuman ini dibuat dari jahe emprit, kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, kapulaga, dan gula batu. Kombinasi rempah tersebut dipercaya membantu meningkatkan nafsu makan, menghangatkan tubuh, mengurangi masuk angin, serta meredakan peradangan.
6. Sari Temulawak, Mengandung Puluhan Senyawa Aktif
Sari temulawak telah lama digunakan sebagai minuman herbal untuk mendukung kesehatan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evidence-based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan bahwa temulawak mengandung lebih dari 40 senyawa aktif, termasuk terpenoid, kurkuminoid, dan fenolik.
Berbagai kandungan tersebut dikaitkan dengan manfaat untuk membantu mengatasi gangguan lambung, penyakit hati, sembelit, diare, radang sendi, wasir, keputihan, hingga rematik.
7. Jamu Paitan Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Sesuai namanya, jamu paitan memiliki rasa pahit karena dibuat dari sambiloto, brotowali, meniran, lempuyang, widoro laut, doro putih, babakan pule, adas, dan empon-empon.
Selain membantu mengurangi gatal, pegal-pegal, perut kembung, dan pusing, penelitian dalam jurnal Heliyon melaporkan bahwa jamu paitan berpotensi membantu mengendalikan diabetes. Penelitian tersebut menunjukkan ramuan ini dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh otot sekaligus merangsang produksi insulin pada sel beta pankreas.
8. Bir Pletok, Minuman Khas Betawi Tanpa Alkohol
Meski menggunakan nama “bir”, minuman khas Betawi ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir pletok dibuat dari jahe, kayu manis, cengkeh, bunga lawang, lada hitam, dan gula aren.
Kombinasi rempah tersebut memberikan sensasi hangat sekaligus membantu meredakan gangguan pencernaan dan menciptakan rasa nyaman setelah dikonsumsi.
9. Bandrek, Minuman Hangat Favorit Saat Cuaca Dingin
Bandrek dibuat dengan merebus jahe, kayu manis, gula aren, dan air. Setelah itu, ketan hitam yang telah dimasak ditambahkan sebelum minuman disaring dan disajikan hangat.
Jahe menjadi komponen utama yang memberikan manfaat menghangatkan tubuh sekaligus membantu meredakan gangguan pencernaan.
Warisan Budaya yang Tetap Relevan
Selain menawarkan berbagai manfaat kesehatan, minuman tradisional Indonesia menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.
Di tengah perkembangan pengobatan modern, jamu dan minuman herbal tetap diminati sebagai pelengkap gaya hidup sehat sekaligus warisan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)






