Indonesia Kena Tarif 32 Persen dari AS Mulai 1 Agustus

Penulis -

Selasa, 8 Juli 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump. (Foto: IG @realdonald trump)

Presiden AS Donald Trump. (Foto: IG @realdonald trump)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk asal Indonesia mulai 1 Agustus 2025.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.

Mengutip laporan AFP, Indonesia menjadi salah satu dari beberapa negara yang terdampak kebijakan tarif tinggi dari Gedung Putih.

Bangladesh dikenai tarif 35 persen dan Thailand sebesar 36 persen. Sementara itu, berdasarkan laporan Reuters, AS juga menetapkan tarif 25 persen untuk produk dari Tunisia, Malaysia, dan Kazakhstan; 30 persen untuk Afrika Selatan.

Serta Bosnia dan Herzegovina; 35 persen untuk Serbia; 36 persen untuk Kamboja; dan bahkan 40 persen untuk Laos dan Myanmar.

Upaya Indonesia Gagal Redam Kebijakan Trump

Padahal, Pemerintahan Prabowo Subianto sebelumnya telah berupaya meredam kebijakan proteksionisme tersebut.

Salah satu langkah yang diambil yaitu dengan menawarkan peningkatan nilai impor dan investasi ke AS senilai US$34 miliar atau setara Rp 551 triliun.

Namun, tawaran itu tidak mampu membebaskan Indonesia dari daftar negara yang dikenai tarif tinggi.

Trump Ancam Negara yang Melawan

Dalam surat yang dikirimkan ke 14 negara mitra dagang, Presiden Trump menegaskan negara yang menolak kebijakan tarif AS akan dikenakan beban tambahan.

“Jika Anda memilih menaikkan tarif atas produk dari AS, saya akan menambahkan 25 persen tarif lagi terhadap barang dari negara Anda,” tulis Trump.

Ancaman tersebut memperlihatkan pendekatan keras yang kembali diambil Trump terhadap mitra dagang, termasuk negara berkembang.

Respon Dunia: Mengecewakan tapi Belum Tamat

Wendy Cutler, Wakil Presiden Asia Society Policy Institute, menyebut kebijakan terbaru ini sebagai keputusan yang mengecewakan.

“Meski kabarnya buruk, ini bukan akhir dari segalanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertama di Sumbar, Wako Hendri Septa Serahkan LKPD 2023 ke BPK

Nada serupa juga disampaikan oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Ia mengkritik kebijakan tarif 30 persen terhadap negaranya yang dinilai tidak adil, mengingat sebagian besar barang AS masuk ke Afrika Selatan tanpa dikenai tarif.

Pemerintah Afrika Selatan menyatakan akan tetap berdialog dengan Washington agar kebijakan ini bisa dikaji ulang. (*/red)

Sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru