Di Vatikan, Menag Nasaruddin Umar Bicara Persaudaraan dan Kenang Persahabatannya dengan Paus Fransiskus

Penulis -

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar menjadi salah satu pembicara pada Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan, Roma. (Foto: Ist/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar menjadi salah satu pembicara pada Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan, Roma. (Foto: Ist/Kemenag)

Vatikan, Javanusa—Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjadi salah satu pembicara pada Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan, Roma.

Di hadapan para tokoh lintas agama dunia, Menag berbicara tentang pentingnya persaudaraan antarumat manusia sekaligus mengenang persahabatannya dengan mendiang Paus Fransiskus.

Sambutan Imam Besar Masjid Istiqlal itu mendapat tepuk tangan panjang dari peserta forum.

Forum yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio ini dihadiri sejumlah tokoh penting dunia, di antaranya Grand Syekh Al-Azhar sekaligus Ketua Majelis Hukama Muslimin Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, serta Presiden Komunitas Sant’Egidio Prof. Marco Impagliazzo. Turut hadir para kardinal, uskup, pastor, suster, dan delegasi lintas agama dari lebih 50 negara.

“Ketika saya mendengar kabar duka dari Vatikan, saya merasa tidak percaya. Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” ujar Menag saat menyampaikan pidato, Senin (27/10/2025).

Menag hadir bersama Staf Ahli Adiyarto Sumardjono, Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono, Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang, serta Sekretaris Menteri Akmal Salim Ruhana.

Kenangan Bersama Paus Fransiskus

Menag mengaku menerima undangan berbicara di forum tersebut hanya beberapa jam sebelum kabar wafatnya Paus Fransiskus. Ia semula berharap dapat bertemu kembali dengan Paus di Vatikan pada Oktober ini.

“Ada begitu banyak kenangan tak terlupakan bersama Paus Fransiskus. Ketika saya melihat foto kami—saya mencium kening beliau dan beliau mencium tangan saya—saya merasa seolah beliau masih bersama kami,” kenangnya.

Dalam momen itu, dua foto bersejarah ditampilkan di layar: saat Imam Besar Masjid Istiqlal mencium kening Paus Fransiskus dan sebaliknya. Menag sempat terdiam dan menahan haru.

Baca Juga :  Padang Punya Wali Kota Cilik Baru! Siap Jadi Agen Perubahan

“Maaf, saya sangat emosional saat ini,” ucapnya di tengah suasana hening yang membuat banyak tamu undangan ikut terharu.

Menurut Menag, dirinya merasakan ketulusan dan kedalaman kasih Paus Fransiskus ketika berjabat tangan sambil berjalan bersama. “Itu bukan sekadar gestur seremonial, tetapi pengalaman spiritual tentang persaudaraan umat manusia,” ujarnya.

Dialog tentang Persaudaraan Umat

Menag juga mengenang perbincangan singkatnya dengan Paus Fransiskus mengenai Ensiklik Fratelli Tutti, yang menekankan panggilan untuk menjadi saudara dan saudari lintas agama, ras, dan bangsa.

“Saya menjelaskan kepada beliau prinsip Islam tentang persaudaraan manusia. Kami berdua tersenyum, menyadari bahwa kitab suci kami menyampaikan pesan yang sama: kemanusiaan berada di atas segalanya,” tutur Menag.

Kunjungan Bersejarah ke Indonesia

Dalam kesempatan itu, Menag turut mengenang kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.

Saat itu, Jakarta menjadi panggung harmoni lintas iman, dan kunjungan tersebut menjadi motor penggerak toleransi serta dialog antaragama.

“Saya teringat momen ketika beliau menegaskan pentingnya memupuk persaudaraan dan kesetaraan antarumat manusia di tingkat global,” kata Menag.

Dalam kunjungan tersebut, Paus Fransiskus dan Menag Nasaruddin Umar menandatangani Deklarasi Istiqlal bersama para pemimpin lintas agama Indonesia. Paus juga meninggalkan pesan khusus bagi rakyat Indonesia:

“Menyatu dalam keindahan tanah ini, tempat pertemuan dan dialog antarbudaya dan agama yang beragam. Saya berdoa agar rakyat Indonesia dapat terus bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kasih sayang. Semoga Tuhan memberkati Indonesia.”

Teladan Kesederhanaan dan Kepedulian

Paus Fransiskus dikenal luas karena kepedulian terhadap sesama dan bumi. Melalui Ensiklik Laudato Si, ia mengajak umat manusia menjaga lingkungan dan mengubah gaya hidup demi kelestarian ciptaan Tuhan.

“Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang kasih, tapi menunjukkan pelajaran penting tentang kesederhanaan. Beliau datang ke Indonesia dengan penampilan sederhana dan hati yang tulus,” ujar Menag.

Baca Juga :  Sukses Turunkan Keluarga Berisiko Stunting, Pemko Padang Terima Penghargaan dan Rp 7,3 Miliar

“Bagi saya, Paus Fransiskus adalah sosok beriman teguh, rendah hati, dan penuh harapan. Beliau menjadi teladan dalam pelayanan kepada sesama, kebaikan, belas kasih, dan cinta kepada seluruh ciptaan. Ia mengajarkan kita untuk hidup sederhana namun bermakna,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru