Padang, Javanusa—ASN Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Randy Mahesa Putra mengaku rindu kembali ke India usai mengikuti program beasiswa Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC).
Pengalaman akademik dan sosial selama 20 hari di Negeri Bollywood meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Saya rindu ingin kembali ke sana (India),” ujar Randy, Selasa (13/1/2026).
Randy Mahesa Putra merupakan ASN Pemko Padang yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran. Pria kelahiran 1994 itu terpilih setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara.
Selama di India, Randy mengikuti pelatihan Manajemen Risiko Finansial. Program tersebut berlangsung selama 20 hari, mulai 30 November hingga 21 Desember 2025.
Pelatihan dilaksanakan di Faridabad, kawasan pendidikan yang berjarak sekitar satu jam dari New Delhi. Randy bersama peserta lain tinggal di hostel kampus yang disediakan pemerintah India.
Tiga Hal Berharga Selama di India
Randy mengungkapkan ada tiga hal utama yang ia peroleh selama mengikuti program ITEC. Ketiganya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Ilmu Akademik dan Praktik Internasional
Setiap hari, peserta mendapatkan materi akademik dan praktik terkait manajemen risiko. Materi disampaikan oleh pengajar profesional dengan pendekatan aplikatif.
Pengalaman Sosial dan Budaya
Interaksi langsung dengan masyarakat India menjadi pengalaman berharga. Randy menyebut warga lokal sangat terbuka dan ramah terhadap peserta asing.
Persahabatan Global
Selain ilmu, Randy membangun jejaring pertemanan lintas negara. Relasi tersebut penting untuk kolaborasi di masa depan.
Stigma tentang India Terbantahkan
Sebelum berangkat, Randy sempat diliputi kekhawatiran akibat berbagai informasi negatif tentang India. Namun, pandangan itu berubah setelah ia tiba langsung di sana.
“Setiba di India, saya melihat langsung bagaimana bagusnya India. Negara itu maju dan membuat saya excited,” katanya.
India, menurut Randy, memiliki fasilitas pendidikan yang memadai dan lingkungan belajar yang kondusif.
Selama mengikuti program, peserta disediakan makan tiga kali sehari secara prasmanan. Menu khas India dengan rempah dan kari menjadi santapan utama.
Randy mengaku tidak mengalami kendala berarti soal makanan. Ia justru menyukai roti chapati yang rutin disajikan.
Toleransi Beragama dan Perhatian Kampus
Salah satu hal yang paling dirindukan Randy adalah perhatian pihak kampus dan sikap toleran antar peserta. Sebagai muslim, ia tidak kesulitan menjalankan ibadah.
Saat akan melaksanakan salat Jumat, peserta nonmuslim langsung memperkenalkannya dengan komunitas muslim setempat. Dukungan juga diberikan ketika peserta mengalami sakit atau kendala lain.
“Rasa kekeluargaan di sana sangat kuat. Itu yang membuat saya rindu ingin kembali,” ungkapnya.
Randy mengapresiasi Pemko Padang yang aktif menjalin kerja sama internasional. Ia berharap peluang pertukaran pelajar dan beasiswa dapat terus diperluas.
“Semoga ke depan semakin banyak ASN dan generasi muda yang mendapat kesempatan seperti ini,” ujarnya.
Kerja Sama Pemko Padang dan Pemerintah India
Program ITEC merupakan program Pemerintah India yang menawarkan pelatihan gratis di bidang teknologi, ekonomi, dan pengembangan kapasitas. Kerja sama ini difasilitasi melalui pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Konsulat Jenderal India Ravi Shanker Goel pada Agustus 2025.
Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Padang, OS Damanik, menyebut ada tiga ASN Pemko Padang yang terpilih mengikuti program tersebut.
Saat ini, Ega Antasya Pradipa dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan masih mengikuti pelatihan di India. Selanjutnya, Winna Algustin dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dijadwalkan berangkat awal Februari 2026.
Program ini menjadi bagian dari implementasi visi Padang Juara yang digagas Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir untuk lima tahun ke depan. (*/red)






