Lubuk Alung, Javanusa—Suporter PSP Padang bernama Edison (65) menjadi sorotan di Stadion Utama Sumbar, Lubuk Alung, Padang Pariaman.
Ia dikenal sebagai pendukung fanatik yang puluhan tahun setia berteriak langsung dari tribun untuk membakar semangat pemain.
Di setiap pertandingan, Edison hampir selalu hadir. Suaranya lantang, gayanya khas, dan aksinya kerap mengundang perhatian penonton lain.
Laga PSP Padang tak pernah sepi dari teriakan Edison. Pria berusia 65 tahun itu sudah mengikuti perjalanan klub berjuluk “Pandeka Minang” sejak usia muda.
Ia mengaku mengenal banyak pemain sejak level pembinaan. Baginya, mendukung PSP Padang bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari hidup.
“Iya, saya memang pencinta PSP Padang. Di mana pun main, memang berteriak itu kerja saya,” ujar Edison saat ditemui usai pertandingan di Lubuk Alung, beberapa hari lalu.
Selalu Hadir di Stadion, dari Lapangan Kampung hingga Laga Besar
Edison mengatakan dirinya terbiasa menonton langsung pertandingan, baik di stadion besar maupun lapangan sederhana. Ia mengikuti laga dari tingkat SSB hingga tim senior.
Menurutnya, atmosfer stadion memberi energi berbeda. Karena itu, ia memilih datang langsung ketimbang hanya menonton dari jauh.
“Dari SSB sampai partai tuo, di Cengkeh, di Batuang Taba, memang basorak kerja saya. Banyak asam garam di PSP ini,” katanya.
Gaya Nyentrik Jadi Ciri Khas di Tribun
Penampilan Edison mudah dikenali. Rambutnya dicat kuning, kepala diikat kain merah putih, dan di tangannya selalu ada bendera PSP Padang.
Saat PSP Padang menghadapi GMR FC, Kamis lalu, ia langsung sujud syukur ketika tim kesayangannya mencetak gol. Aksinya spontan dan mengundang tepuk tangan penonton sekitar.
Selain berteriak, Edison juga kerap melontarkan celetukan lucu. Suasana tribun pun menjadi lebih hidup dan cair.
Tak Hanya Menyemangati, Tapi Juga Ingatkan Fair Play
Edison tidak hanya memberi dukungan moral. Ia juga aktif mengingatkan pemain untuk menjunjung sportivitas di lapangan.
Ketika terjadi pelanggaran, ia berteriak meminta pemain PSP segera menyalami lawan. Baginya, sikap fair play harus menjadi budaya tim.
“Salami lawan, sebut minta maaf. Kita akan bertemu terus di lapangan,” ujarnya lantang dari tribun.
Harapan untuk Musim Kompetisi PSP Padang
Di musim kompetisi berjalan, Edison memasang target tinggi. Ia berharap PSP Padang mampu meraih kemenangan di setiap pertandingan.
Optimisme itu selalu ia suarakan lewat yel-yel khas. Setiap laga ditutupnya dengan teriakan yang sama dari tribun.
“PSP Padang! PSP Padang! Pandeka Minang!” soraknya, yang kemudian diikuti penonton lain. (*/red)






