Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri pelepasan Kontingen Nasional Indonesia Garuda Baru Street Soccer.
Tim ini akan mewakili Indonesia pada ajang Street Child World Cup di Meksiko. Kegiatan berlangsung di Gedung PPOP Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5/2026).
Kehadiran Agus Jabo menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan anak dari kelompok rentan. Program ini menekankan pembinaan positif, pendampingan sosial, serta penguatan karakter.
Pembinaan Olahraga untuk Masa Depan
Kontingen Garuda Baru terdiri dari anak binaan berbagai komunitas. Mereka selama ini menjalani pembinaan melalui olahraga secara konsisten. Pendekatan ini membangun disiplin, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Agus Jabo menegaskan Garuda Baru menjadi bukti nyata potensi besar anak rentan. Potensi itu akan berkembang jika mereka memperoleh kesempatan dan pembinaan yang tepat.
“Garuda Baru sudah membuktikan bahwa ketika mereka dijemput, didampingi, dibina, dan diberikan kesempatan, mereka mampu menunjukkan potensi dan meraih prestasi,” ujar Agus Jabo.
Harapan dan Misi Internasional
Ia berharap keikutsertaan Garuda Baru di ajang internasional dapat menginspirasi anak lain di Indonesia. Ia juga mendorong mereka terus berkembang dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Mari kita berkolaborasi agar anak-anak kita bisa maju dan berprestasi. Semoga Garuda Baru dapat mengharumkan nama Indonesia di Meksiko sekaligus memperkenalkan budaya bangsa kepada dunia,” lanjutnya.
Selain bertanding, tim Garuda Baru membawa misi kebudayaan. Mereka akan memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.
Ajang SCWC dan Dukungan Tokoh
Street Child World Cup (SCWC) merupakan ajang sepak bola internasional bagi anak dan remaja dari berbagai negara.
Peserta berasal dari latar belakang rentan, termasuk anak jalanan, pekerja anak, dan keluarga prasejahtera. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat persahabatan, pertukaran budaya, dan kampanye pemenuhan hak anak.
Sementara itu, Yuni Shara selaku Ketua Pembina Trans Energy Muda memberikan motivasi kepada para pemain. Ia meminta mereka memanfaatkan kesempatan berharga tersebut secara maksimal.
“Ini adalah langkah awal yang diimpikan banyak anak-anak di Indonesia. Tidak semua mendapat kesempatan seperti ini, jadi manfaatkan sebaik-baiknya dan lakukan yang terbaik,” ujar Yuni Shara.
Turut hadir dalam kegiatan itu Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Rr. Endah Sri Rejeki, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Zuhut Panagraha, serta Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Matondang. (*/red)






