Rakornas Pariwisata 2026: Dorong Transformasi ORIK, Ini Strategi dan Isu Utama

Penulis -

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan Rakornas Pariwisata 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Rabu (20/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Pembukaan Rakornas Pariwisata 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Rabu (20/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata menjadi momentum konsolidasi nasional.

Forum ini mempercepat transformasi ekosistem kepariwisataan Indonesia menuju sektor yang lebih resilien, inovatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada 20–21 Mei 2026. Rakornas menempatkan strategi ORIK, yakni optimalisasi, resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan, sebagai arah utama pengembangan pariwisata nasional tahun 2026.

Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 resmi dibuka pada Rabu (20/5/2026). Kementerian Pariwisata mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan: Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di lokasi yang sama, yaitu Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Pesan Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Rakornas tahun ini memiliki makna khusus. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa. Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju,” kata Widiyanti.

Ia menambahkan Rakornas menjadi ruang strategis untuk menyusun rencana aksi. Selain itu, forum ini mengevaluasi capaian sektor pariwisata bersama kementerian dan lembaga terkait. Pendekatan ORIK menjadi fondasi utama program prioritas 2026.

Ruang Strategis dan Kolaborasi Lintas Sektor

Rakornas Pariwisata 2026 menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, dan pelaku industri pariwisata. Kehadiran lintas sektor ini memperkaya perspektif dan mendorong solusi konkret.

Forum ini juga membahas lima isu strategis utama. Pertama, isu keamanan, keselamatan global, dan krisis energi (Global Security, Safety, and Energy Crisis). Kedua, isu krisis iklim (Climate Crisis).

Baca Juga :  Kemenpar Perkuat Pasar Malaysia lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026, Promosikan Destinasi Prioritas

Ketiga, tren pasar pariwisata masa depan mencakup sustainable tourism, adventure tourism, luxury tourism, edu-tourism, wisata bahari, wellness tourism, hingga gastronomi.

Penguatan Regulasi dan Arah Kebijakan

Rakornas juga membahas penguatan pariwisata berkelanjutan secara holistik. Selain itu, forum ini menyinkronkan regulasi terkait pengelolaan akomodasi dan Online Travel Agent (OTA).

Pembahasan lain mencakup tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan. Rakornas juga menyusun peraturan turunan RIPPARNAS (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional).

Menteri Pariwisata mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi tantangan sektor pariwisata.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Rakornas Pariwisata ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama. Kita harus mewujudkan transformasi ekosistem pariwisata yang resilien dan tumbuh secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Upaya ini tidak boleh berhenti pada perumusan gagasan, tetapi harus menghasilkan langkah yang konkret, terintegrasi, jelas, dan terukur,” ujar Widiyanti.

Dukungan Ekonomi dari Menko Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan domestik. Ia menyebut sektor ini menjadi andalan dalam kondisi ketidakpastian global.

Airlangga juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi awal 2026 yang mencapai 5,61%. Ia menilai capaian ini menjadi fondasi penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Menurutnya, sektor pariwisata ditargetkan berkontribusi 5% terhadap PDB nasional. Selain itu, devisa ditargetkan mencapai 39,4 miliar dolar AS.

“Angka 39 miliar dolar ini setara dengan nilai ekspor komoditas utama kita seperti batubara dan sawit. Ini membuktikan bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan industri ekstraktif. Kita harus menggenjot pariwisata sebagai sektor yang sustainable,” ujarnya.

Strategi Penguatan Pariwisata Nasional

Airlangga memaparkan lima strategi kolaboratif pemerintah. Strategi tersebut meliputi penguatan SDM vokasi dan sertifikasi, peningkatan standar keselamatan, serta perluasan Bebas Visa Kunjungan (BVK).

Baca Juga :  Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata, Menpar Widiyanti Luncurkan 483 Skema Okupasi Nasional

Selain itu, pemerintah memperkuat otoritas kawasan dan pendanaan. Pemerintah juga mengoptimalkan konektivitas transportasi untuk mendukung pertumbuhan pariwisata.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan memperkuat kolaborasi nasional. Tujuannya menciptakan destinasi pariwisata yang regeneratif, aman, nyaman, dan terintegrasi.

“Selamat melaksanakan Rakornas. Mari kita bersama-sama menggenjot devisa dari dalam negeri melalui sektor pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB