Sering Lembur? Ini 4 Dampak Buruknya bagi Kesehatan Mental yang Jarang Disadari

Penulis -

Senin, 8 Juni 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita mengalami stres kerja. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang wanita mengalami stres kerja. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Bekerja hingga larut malam atau menyelesaikan tugas di luar jam kerja sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak pekerja, terutama di kawasan perkotaan.

Meski sesekali lembur mungkin sulit dihindari, kebiasaan bekerja berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan mental.

Para ahli menilai jam kerja yang terlalu panjang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Berikut sejumlah dampak lembur yang perlu mendapat perhatian.

1. Meningkatkan Risiko Depresi

Depresi menjadi salah satu gangguan mental yang paling sering dikaitkan dengan jam kerja yang berlebihan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang bekerja setiap pekan, semakin tinggi pula risiko munculnya gejala depresi. Kondisi ini banyak ditemukan pada profesi dengan tingkat tekanan tinggi, seperti tenaga kesehatan, akuntan, maupun pekerja yang dituntut memenuhi target ketat.

Risiko tersebut juga cenderung lebih besar pada perempuan yang harus menjalankan peran ganda, baik sebagai pekerja maupun pengelola urusan rumah tangga dan keluarga.

2. Memicu Ketergantungan Alkohol

Tekanan kerja yang terus-menerus dapat mendorong sebagian orang mencari pelarian untuk mengurangi stres. Salah satu perilaku yang kerap muncul adalah konsumsi alkohol secara berlebihan.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan tersebut berkembang menjadi ketergantungan atau alkoholisme, yang termasuk gangguan kesehatan mental. Risiko ini meningkat pada pekerja yang menghabiskan lebih dari 40 jam kerja per minggu dan memiliki tingkat stres tinggi.

Selain berdampak pada kesehatan psikologis, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat merusak fungsi organ tubuh dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

3. Menurunkan Kualitas Tidur

Lembur yang dilakukan secara terus-menerus sering kali mengganggu pola tidur. Pikiran yang masih dipenuhi pekerjaan membuat seseorang sulit beristirahat dengan tenang, bahkan setelah meninggalkan tempat kerja.

Baca Juga :  Maigus Nasir: Pembangunan Kota Padang Harus Sejalan dengan Pemenuhan Hak Masyarakat

Kurang tidur memang bukan gangguan mental. Namun, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah psikologis seperti stres, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya kemampuan mengambil keputusan.

Untuk mengurangi dampaknya, pekerja dapat menerapkan pola kerja yang seimbang. Salah satu metode yang cukup populer adalah bekerja selama 52 menit kemudian beristirahat selama 17 menit. Waktu istirahat dapat dimanfaatkan untuk berjalan sejenak, melakukan peregangan, atau berbincang santai agar pikiran lebih segar.

4. Menyebabkan Gangguan Kecemasan

Jam kerja yang panjang juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun produktivitas di tempat kerja.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

    • Merasa khawatir secara berlebihan dan terus-menerus.
    • Sulit berkonsentrasi atau mengingat informasi.
    • Kehilangan minat terhadap pekerjaan.
    • Menghindari interaksi dengan rekan kerja, teman, atau keluarga.

Jika gejala tersebut berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah yang tepat.

Cara Mengurangi Kebiasaan Lembur

Lembur sesekali mungkin tidak dapat dihindari. Namun, pekerja perlu memastikan kondisi tersebut tidak menjadi rutinitas yang berlangsung terus-menerus.

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi frekuensi lembur:

    • Membuat batas yang jelas antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
    • Menentukan prioritas tugas agar pekerjaan lebih terorganisir.
    • Menyusun jadwal kerja yang realistis.
    • Tidak selalu menerima tambahan pekerjaan di luar tanggung jawab utama.
    • Memanfaatkan waktu istirahat secara optimal.
    • Mengurangi gangguan dengan menonaktifkan notifikasi yang tidak penting saat bekerja.
    • Menyediakan waktu khusus untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang disukai.
Menjaga Produktivitas dan Kesehatan Secara Seimbang

Mencapai target dan memberikan kinerja terbaik memang penting dalam dunia kerja. Namun, menjaga kesehatan mental tidak kalah pentingnya. Lembur yang dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, gangguan tidur, hingga perilaku adiktif.

Baca Juga :  Jalan Berlobang, Drainase Tersumbat di Padang Segera Diperbaiki

Karena itu, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi perlu menjadi perhatian setiap pekerja. Jika mulai merasakan gejala gangguan mental akibat tekanan kerja, jangan ragu mencari bantuan profesional agar kondisi tidak semakin memburuk. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru