Javanusa.com—Persaingan di Grup H Piala Dunia 2026 semakin memanas. Uruguay dan Tanjung Verde akan saling berhadapan dalam laga yang berpotensi menentukan arah perjalanan kedua tim menuju fase gugur.
Pertandingan tersebut berlangsung di Miami Stadium, Florida, Senin (22/6/2026) pukul 05.00 WIB. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan pertama setelah mengoleksi satu poin pada laga pembuka.
Meski hasil pertandingan ini belum langsung menentukan kelolosan, tambahan tiga angka akan menjadi modal penting menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Uruguay Berupaya Bangkit
Uruguay datang dengan tekanan lebih besar setelah gagal meraih kemenangan pada pertandingan pertama. Tim asuhan Marcelo Bielsa secara mengejutkan hanya bermain imbang melawan Arab Saudi.
Hasil itu membuat juara dunia dua kali tersebut harus bekerja lebih keras jika ingin mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Bielsa menilai timnya masih memiliki ruang untuk berkembang. Salah satu sorotannya tertuju kepada gelandang andalan Federico Valverde yang dinilai mampu memberi dampak besar bagi permainan tim.
“Valverde adalah pemain yang mampu meningkatkan kualitas serangan ketika mendapatkan ruang. Mungkin di sisi kanan ia tidak banyak menerima bola. Namun terkadang orang mengatakan dia jarang menyentuh bola, padahal dalam beberapa pertandingan cukup beberapa sentuhan saja untuk mengubah hasil pertandingan,” ujar Bielsa.
Sementara itu, winger Uruguay Brian Rodriguez memastikan skuadnya telah melakukan evaluasi setelah hasil kurang memuaskan pada laga pertama.
“Kami menjalani pekan yang sangat baik setelah hasil imbang melawan Arab Saudi yang meninggalkan sedikit rasa kecewa. Saya telah mewujudkan impian bermain di Piala Dunia dan keluarga saya sangat bangga bisa merasakan pengalaman ini,” kata Rodriguez.
Tanjung Verde Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di sisi lain, Tanjung Verde membawa modal positif setelah mencuri perhatian dunia sepak bola lewat hasil imbang melawan Spanyol pada pertandingan pembuka.
Keberhasilan menahan juara Eropa tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase awal turnamen. Namun pelatih Bubista menegaskan timnya tidak ingin terlena oleh hasil itu.
Menurutnya, euforia lebih banyak terjadi di luar tim, sementara para pemain tetap fokus menghadapi tantangan berikutnya.
“Perayaan lebih banyak terjadi di luar tim, di media sosial, di Tanjung Verde, dan di mana pun warga Tanjung Verde berada. Kami senang dengan hasil melawan Spanyol dan telah menunjukkan bahwa negara kecil juga mampu bersaing dengan tim-tim besar. Namun sekarang kami tetap fokus dan tenang karena tahu harus tampil dengan konsentrasi 200 persen,” ujar Bubista.
Semangat serupa ditunjukkan winger Garry Rodrigues. Pemain berpengalaman itu mengaku antusias menghadapi Uruguay, terutama karena akan berhadapan dengan mantan rekan setimnya di Galatasaray, Fernando Muslera.
“Saya mengenal Muslera dengan sangat baik. Kami memenangkan dua gelar bersama di Galatasaray. Dia legenda Uruguay dan juga sahabat dekat saya. Namun besok dia bukan teman saya sama sekali. Bermain melawan mereka adalah sebuah kehormatan dan kami harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” kata Rodrigues.
Sama-sama Butuh Kemenangan
Secara kualitas skuad dan pengalaman di turnamen besar, Uruguay masih lebih diunggulkan. Namun performa Tanjung Verde saat menghadapi Spanyol membuktikan bahwa mereka mampu menyulitkan lawan yang memiliki reputasi lebih besar.
Karena sama-sama mengoleksi satu poin, pertandingan di Miami Stadium diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal. Uruguay membutuhkan kemenangan untuk mengurangi tekanan pada laga terakhir grup.
Sebaliknya, Tanjung Verde berpeluang mencetak sejarah jika mampu kembali meraih hasil positif. Wakil Afrika itu masih membuka peluang untuk menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Duel ini pun menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Grup H karena mempertemukan tradisi kuat sepak bola Amerika Selatan dengan semangat kejutan yang dibawa Tanjung Verde pada Piala Dunia 2026. (*/red)






