Korea Selatan Terancam Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Lee Hanbeom Soroti Kelemahan Duel Individu

Penulis -

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bek Timnas Korea Selatan, Lee Hanbeom. (Foto: FIFA.com)

Bek Timnas Korea Selatan, Lee Hanbeom. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Peluang Korea Selatan melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A.

Hasil itu membuat Taeguk Warriors kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri dan kini hanya bisa berharap pada hasil pertandingan tim lain.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Hong Myungbo. Sebelum laga dimulai, Korea Selatan masih menentukan nasibnya sendiri.

Namun, 90 menit kemudian situasinya berubah drastis setelah gagal mengamankan poin.

Sepanjang pertandingan, Korea Selatan sebenarnya menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola.

Meski demikian, Afrika Selatan tampil lebih efektif dengan menciptakan lebih banyak peluang dan mencetak gol penentu kemenangan. Di sisi lain, lini serang Korea Selatan kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Bek Korea Selatan, Lee Hanbeom, mengakui timnya kembali dihukum oleh kesalahan yang sama seperti pada pertandingan sebelumnya.

“Dalam sepak bola, meskipun Anda menguasai bola dalam persentase yang tinggi dan mengendalikan jalannya pertandingan, kebobolan satu gol bisa membuat Anda kalah pada akhirnya. Anda tidak pernah bisa memprediksi hasil sebuah pertandingan sepak bola,” ujar Lee kepada FIFA seusai laga.

Duel Individu Jadi Titik Lemah

Lee menilai kegagalan memenangi duel satu lawan satu dan bola kedua menjadi faktor utama yang membuat Korea Selatan kembali kehilangan poin.

Menurut bek FC Midtjylland itu, kelemahan tersebut sudah terlihat saat timnya kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali terulang ketika menghadapi Afrika Selatan.

“Dalam bertahan, kami kesulitan memenangi bola kedua dan duel individu. Kami kalah dalam sebagian besar duel satu lawan satu. Kesalahan-kesalahan itu terus menumpuk hingga akhirnya kami kebobolan dan kalah,” katanya.

Baca Juga :  Pj Wako Sonny Resmikan Pondok Pesantren Bahrul Ulum

Korea Selatan sebenarnya membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat posisi mereka melorot ke peringkat ketiga klasemen Grup A.

Saat menghadapi Afrika Selatan, hasil imbang sebenarnya sudah cukup membawa Korea Selatan lolos setelah Ceko kalah dari Meksiko. Meski demikian, Lee menegaskan timnya tidak pernah bermain untuk mencari satu poin.

“Kami tidak memikirkan hasil imbang. Kami datang dengan target meraih kemenangan. Lawan juga melakukan persiapan dengan sangat baik dan pertandingan tidak berjalan seperti yang kami harapkan,” ujarnya.

Masih Menunggu Peluang Lolos

Meski turun ke posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol minus satu, Korea Selatan belum sepenuhnya tersingkir.

Mereka masih berpeluang melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak tampil di Babak 32 Besar.

Karena itu, Lee mengatakan seluruh pemain kini hanya bisa menunggu hasil pertandingan dari grup lain.

“Kami harus menunggu hasil pertandingan-pertandingan yang tersisa untuk mengetahui situasi kami. Saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu dan melihat apa yang akan terjadi,” kata Lee.

Kekecewaan juga dirasakan gelandang Korea Selatan, Jens Castrop. Ia menyebut timnya menyia-nyiakan kesempatan untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

“Apa yang terjadi sangat disayangkan. Kami memulai turnamen dengan baik, kemudian kebobolan gol yang tidak beruntung saat melawan Meksiko. Kami meraih satu kemenangan, tetapi akhirnya menelan dua kekalahan,” ujarnya.

Castrop menilai Korea Selatan tidak layak kalah dari Afrika Selatan. Menurutnya, tim telah bekerja keras sepanjang pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang tersedia.

“Saya rasa kami tidak pantas kalah hari ini. Kami kebobolan karena kurang beruntung, atau mungkin itu kesalahan saya karena saya tidak menutup kaki pada saat yang tepat. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi tidak menciptakan cukup banyak peluang. Kami seharusnya tampil lebih klinis,” tuturnya. (*/red)

Baca Juga :  Event Minangkabau Basapeda Targetkan 10 Ribu Peserta

Berita Terkait

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026
Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru