Javanusa.com—Kaki kram saat tidur sering membuat seseorang terbangun karena nyeri yang muncul tiba-tiba.
Meski biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga menit, kondisi ini dapat meninggalkan rasa sakit yang bertahan lebih lama. Berbagai faktor, mulai dari dehidrasi hingga efek samping obat, diketahui dapat meningkatkan risikonya.
Kram kaki saat tidur atau nocturnal leg cramp (NCL) merupakan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari ketika seseorang sedang tidur, terutama pada malam hari.
Gangguan ini umumnya berlangsung singkat. Namun, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat bertahan selama beberapa hari setelah kram mereda.
Hingga kini, penyebab pasti kondisi tersebut belum diketahui. Meski begitu, para peneliti menemukan sejumlah faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko munculnya kram kaki saat malam hari.
1. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, seperti natrium, kalium, dan magnesium. Ketiga mineral tersebut berperan penting dalam proses kontraksi dan relaksasi otot.
Saat kadar elektrolit menurun, otot kaki menjadi lebih mudah berkontraksi secara tidak terkendali sehingga memicu kram saat tidur.
2. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Asupan nutrisi yang tidak mencukupi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kaki kram saat tidur.
Sebuah studi kasus dalam jurnal Neurology tahun 2021 melaporkan bahwa pemberian vitamin B12 membantu mengurangi gejala kejang dan kram kaki pada lansia berusia 65 tahun.
Selain vitamin B12, kekurangan vitamin B6, vitamin E, serta magnesium juga dikaitkan dengan munculnya kram otot.
3. Posisi Tidur Kurang Tepat
Cara tidur ternyata turut memengaruhi kondisi otot kaki. Tidur telentang dalam waktu lama membuat telapak kaki cenderung mengarah ke bawah.
Posisi tersebut dapat mengurangi kelancaran aliran darah sehingga otot betis lebih mudah mengalami kram.
4. Aktivitas Fisik Terlalu Berat
Kelelahan otot menjadi salah satu penyebab paling umum terjadinya kram pada malam hari.
Olahraga intens atau aktivitas yang memberi beban berlebih pada otot kaki tanpa waktu pemulihan yang cukup dapat meningkatkan risiko kontraksi otot secara tiba-tiba ketika tidur.
5. Kurang Bergerak pada Siang Hari
Tidak hanya aktivitas berlebihan, terlalu lama duduk atau menjalani gaya hidup sedentari juga dapat memicu kaki kram saat tidur.
Kurangnya gerakan membuat otot menjadi kaku dan memendek. Ketika tubuh mulai rileks pada malam hari, otot lebih mudah mengalami kontraksi mendadak.
6. Gangguan Sirkulasi Darah
Masalah pada aliran darah, seperti penyakit arteri perifer atau penyumbatan pembuluh darah di kaki, dapat mengurangi pasokan oksigen ke jaringan otot.
Akibatnya, otot lebih rentan mengalami kontraksi yang menimbulkan kram. Risiko serupa juga dapat meningkat pada penderita diabetes, gagal ginjal, hipotiroidisme, kerusakan saraf, hingga kaki rata (flat feet).
7. Efek Samping Obat
Beberapa obat diketahui memiliki efek samping berupa kram otot. Di antaranya ialah diuretik, steroid, dan antidepresan.
Apabila keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.
Cara Mengatasi Kaki Kram Saat Tidur
Saat kram muncul, pijat area yang terasa nyeri secara perlahan sambil melakukan peregangan ringan. Gerakkan jari kaki mengarah ke tubuh agar otot lebih rileks.
Kompres hangat juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Bila nyeri masih terasa setelah kram mereda, penggunaan salep pereda nyeri atau obat seperti paracetamol maupun ibuprofen dapat menjadi pilihan sesuai petunjuk penggunaan.
Tips Mencegah Kaki Kram Datang Kembali
Risiko kaki kram saat tidur dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana. Lakukan peregangan ringan sebelum tidur, penuhi kebutuhan cairan setiap hari, dan konsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin B6, vitamin B12, magnesium, serta mineral penting lainnya.
Selain itu, gunakan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas, hindari olahraga berlebihan, serta biasakan duduk dan berdiri dengan postur yang baik.
Bagi pengguna obat-obatan tertentu, pemeriksaan rutin ke dokter penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan efek samping yang memicu kram.
Apabila kaki kram saat tidur terjadi berulang, sangat nyeri, atau semakin sering muncul, segera lakukan pemeriksaan medis. Dokter akan mencari penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien. (*/red)






