Javanusa.com—Menjalani hubungan secara diam-diam mungkin terasa aman pada awalnya. Namun, pacaran backstreet dapat memicu kecemasan, mengurangi dukungan sosial, hingga mengganggu kesehatan mental.
Backstreet merujuk pada hubungan romantis yang sengaja dirahasiakan dari lingkungan sekitar. Biasanya, hanya pasangan dan beberapa orang terdekat yang mengetahui hubungan tersebut.
Kondisi ini berbeda dengan private relationship. Dalam hubungan privat, pasangan tetap dapat menjalani hubungan secara terbuka tanpa harus menyembunyikan statusnya dari orang lain.
Sebaliknya, pasangan backstreet perlu membatasi kedekatan di depan publik. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah persoalan. Dilansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa dampak pacaran backstreet:
1. Kualitas hubungan dapat terganggu
Hubungan yang dirahasiakan cenderung menghadapi tantangan komunikasi dan kepercayaan. Pasangan juga dapat lebih sering merasa curiga terhadap satu sama lain.
Situasi tersebut dapat membuat proses saling mengenal menjadi kurang optimal. Padahal, komunikasi dan kepercayaan menjadi fondasi penting dalam hubungan yang sehat.
Tanpa kedua hal tersebut, pasangan dapat kesulitan membangun hubungan yang stabil dan bertahan dalam jangka panjang.
2. Kedekatan dengan pasangan terasa terbatas
Pacaran backstreet membuat pasangan harus menjaga jarak di hadapan orang lain. Batasan tersebut dapat menyangkut kedekatan fisik maupun emosional.
Kondisi ini lama-kelamaan dapat membuat salah satu atau kedua pasangan merasa kurang dekat. Mereka juga mungkin kesulitan mengekspresikan perhatian secara bebas.
Jika berlangsung terus-menerus, keterbatasan tersebut dapat memengaruhi kepuasan dalam hubungan.
3. Rasa cemas muncul karena takut ketahuan
Salah satu dampak pacaran backstreet yang sering muncul ialah rasa takut hubungan terbongkar.
Pasangan perlu terus memperhatikan sikap dan perilaku saat berada di lingkungan sosial. Situasi tersebut dapat menimbulkan stres dan kecemasan.
Tekanan emosional itu juga berpotensi mengganggu komunikasi. Ketika pasangan sama-sama berada dalam kondisi tertekan, konflik dalam hubungan dapat lebih mudah muncul.
4. Risiko depresi dan gangguan tidur
Tekanan karena harus menyembunyikan hubungan juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Perasaan rendah diri dapat ikut muncul pada sebagian orang yang menjalani hubungan backstreet.
Stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk depresi. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan insomnia atau gangguan tidur.
Jika masalah terus berlangsung, kualitas hidup dapat ikut menurun. Gangguan tidur dan stres juga dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
5. Dukungan sosial menjadi lebih terbatas
Hubungan rahasia membuat seseorang tidak selalu leluasa bercerita kepada teman atau orang terdekat. Akibatnya, dukungan sosial ketika menghadapi masalah hubungan dapat berkurang.
Masalah yang tidak dapat dibagikan juga berpotensi menumpuk. Kondisi ini dapat membuat beban emosional terasa semakin berat.
Di sisi lain, kedekatan yang terlihat secara tidak sengaja dapat memicu gosip. Situasi tersebut bahkan dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan lingkungan sosialnya.
Jangan abaikan dampaknya
Pacaran backstreet mungkin terasa menyenangkan ketika hubungan baru dimulai. Namun, terus menjaga hubungan tetap rahasia dapat menjadi sumber tekanan.
Karena itu, pasangan perlu mempertimbangkan alasan dan konsekuensi sebelum memilih hubungan secara sembunyi-sembunyi.
Jika hubungan tersebut mulai menimbulkan tekanan emosional, kecemasan, atau kelelahan mental, mencari bantuan profesional dapat menjadi pilihan. Konsultasi dengan psikolog dapat membantu seseorang memahami masalah dan menentukan langkah yang lebih sehat. (*)






