Benarkah Wanita Selalu Benar? Ini Kata Psikolog

Penulis -

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita selalu benar. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita selalu benar. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Ungkapan “wanita selalu benar” sudah lama menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Kalimat ini kerap muncul, terutama ketika pria dan wanita terlibat perdebatan dalam hubungan.

Namun, apakah perempuan selalu merasa paling benar? Dilansir dari KlikDokter, Psikolog Zarra Dwi Monica, M.Psi, memberikan penjelasan mengenai alasan munculnya anggapan tersebut.

Menurut Zarra, anggapan bahwa wanita selalu benar tidak bisa diterapkan kepada semua perempuan. Sebab, setiap individu memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda.

Zarra Dwi Monica mengatakan sebagian perempuan bahkan merasa tidak nyaman dengan stereotip tersebut.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa anggapan “wanita selalu benar” muncul karena sejumlah faktor. Salah satunya berkaitan dengan intuisi perempuan.

“Mungkin karena perempuan kadang intuisinya lebih kuat dibanding laki-laki. Jadi ketika melihat dan menilai suatu hal cenderung lebih benar dibanding laki-laki. Kalau merasa paling benar, tidak semua wanita seperti itu,” ujar Zarra.

Ia kembali menegaskan bahwa sifat merasa paling benar bukan karakter yang dimiliki seluruh perempuan.

“Maksudnya, ini tidak bisa digeneralisasi bahwa semua perempuan merasa benar. Mungkin ada orang-orang tertentu yang memang merasa dirinya paling benar,” sambungnya.

Perempuan Dinilai Lebih Ekspresif dalam Hubungan

Anggapan wanita selalu benar juga sering muncul dalam dinamika hubungan romantis, baik saat pacaran maupun setelah menikah.

Zarra melihat perbedaan cara pria dan wanita dalam mengekspresikan perasaan dapat membentuk persepsi tersebut. Perempuan umumnya terlihat lebih terbuka ketika menyampaikan emosi dan pendapat.

“Namun, dalam sebuah hubungan, mungkin perempuan terlihat paling benar karena ia lebih ekspresif. Kalau pria kan lebih menahan diri, diam, dan tidak ekspresif,” kata Zarra.

Menurutnya, pria cenderung menyimpan atau tidak langsung mengungkapkan apa yang dirasakan. Sebaliknya, perempuan lebih mudah menyampaikan perasaan dan pendapatnya.

Baca Juga :  Benarkah Sering Berhubungan Intim Bisa Menunda Menopause? Ini Fakta Penelitiannya

“Jadi, (pria) umumnya tidak mengekspresikan apa yang dirasakan, beda dengan wanita yang lebih mudah mengungkapkan apa yang dirasakan. Ini yang kemudian terlihatnya wanita yang merasa paling benar,” ungkapnya.

Perbedaan cara berkomunikasi inilah yang kemudian dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan selalu memenangkan argumentasi.

Pria Memilih Diam, Stigma Semakin Menguat

Seiring waktu, ungkapan “wanita selalu benar” berkembang menjadi stigma di masyarakat. Dalam banyak situasi, sebagian pria memilih mengalah atau diam ketika menghadapi perdebatan.

Pilihan tersebut, menurut Zarra, justru dapat memperkuat persepsi bahwa perempuan selalu berada di pihak yang benar.

“Karena ini sudah menjadi anggapan umum, terciptalah stigma “perempuan selalu benar”. Jadi, dalam situasi debat akhirnya pria lebih memilih untuk mengalah atau diam saja. Itu akhirnya semakin menguatkan stigma yang ada,” tutur Zarra.

Dari sisi kognitif, ketika salah satu pihak memilih berhenti berdebat atau diam, pihak lain dapat terlihat sebagai pemenang.

Situasi inilah yang kemudian membuat anggapan bahwa wanita selalu benar terus bertahan dalam kehidupan sosial.

Perbedaan Pendapat Bukan Berarti Salah

Meski stereotip tersebut populer, Zarra menilai sebuah hubungan tidak akan sehat jika salah satu pihak selalu merasa paling benar.

Menurutnya, perbedaan pendapat seharusnya menjadi ruang untuk saling memahami, bukan menentukan siapa yang menang atau kalah.

“Baiknya, dalam suatu hubungan, diskusikanlah lebih lanjut kalau ada masalah. Kedua belah pihak mengomunikasikan secara asertif, ada berbagai sudut pandang,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan perspektif tidak otomatis membuat salah satu pihak keliru. Pria dan wanita bisa saja melihat persoalan yang sama dari sudut pandang berbeda.

“Mungkin sudut pandang pria benar, tapi bukan berarti sudut pandang wanita salah. Ini cuma perbedaan perspektif saja. Baiknya dikomunikasikan, jelaskan apa yang dirasakan sehingga menemukan solusi terbaik dari sebuah masalah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Status Gunung Marapi Naik Jadi Siaga, Perhatikan Imbauan Bupati Tanah Datar Ini

Pada akhirnya, anggapan “wanita selalu benar” lebih tepat dipahami sebagai stereotip sosial daripada fakta yang berlaku bagi semua perempuan. Komunikasi terbuka dan sikap saling mendengarkan tetap menjadi kunci untuk menyelesaikan perbedaan dalam sebuah hubungan. (*)

Berita Terkait

4 Kebiasaan Pasangan Bahagia yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis
Suami yang Baik Bukan Harus Sempurna, Ini Cara Membangun Rumah Tangga Penuh Cinta
Cara Mengembalikan Semangat Hidup Saat Merasa Hampa, Ini Langkah Sederhananya
Wanita Mengajak Menikah Duluan, Lumrah Kah? Ini Penjelasan Psikolog
Benarkah Pernikahan Paling Rawan di Tahun Ketujuh? Ini 5 Fase yang Perlu Diketahui
Perselingkuhan di Tempat Kerja Bisa Berawal dari Kedekatan, Ini Cara Mencegahnya
10 Ciri Pasangan Mulai Bosan dalam Hubungan, Kenali Tandanya
Mengenal Cowok Semangka, Terlihat Green Flag tetapi Bisa Jadi Red Flag

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB