Semarak HUT ke-81 RI, 6 Tim Pegawai KAI Divre II Sumbar Adu Cepat Tarik Lokomotif 42 Ton

Penulis -

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT KAI Divre II Sumbar menggelar lomba tarik lokomotif 42 ton dalam perayaan HUT ke-81 RI. (Foto: PT KAI Divre II Sumbar)

PT KAI Divre II Sumbar menggelar lomba tarik lokomotif 42 ton dalam perayaan HUT ke-81 RI. (Foto: PT KAI Divre II Sumbar)

Padang, Javanusa—Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) berlangsung dengan cara yang tidak biasa.

Sebanyak enam tim beradu kekuatan menarik lokomotif BB 203 berbobot sekitar 42 ton sejauh 10 meter di Balai Yasa Padang, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut menjadi salah satu perlombaan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan yang digelar PT KAI Divre II Sumbar.

Berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya, peserta kali ini harus menggerakkan lokomotif menggunakan tali yang terpasang pada bagian depan sarana tersebut.

Setiap tim beranggotakan 12 orang. Mereka harus bekerja bersama untuk memindahkan lokomotif dari garis start hingga garis finis sejauh 10 meter.

Panitia menerapkan sistem adu cepat. Tim yang mampu mencapai garis finis dalam waktu paling singkat keluar sebagai pemenang.

Kepala PT KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, mengatakan lomba tersebut sengaja dikemas sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus memperkuat kebersamaan pegawai.

“Kegiatan ini memang kita kemas dalam suasana yang santai dan menyenangkan, tetapi di balik itu ada pesan yang ingin kita bangun, yaitu kebersamaan, kekompakan, komunikasi, dan kolaborasi. Menarik lokomotif dengan bobot 42 ton tentu bukan pekerjaan yang mudah. Kalau hanya mengandalkan kekuatan satu atau dua orang, tentu tidak akan bergerak,” ujar Lutfi.

Tarik Lokomotif Gambarkan Pentingnya Kolaborasi

Menurut Lutfi, tantangan menggerakkan lokomotif seberat puluhan ton mencerminkan pola kerja dalam operasional perkeretaapian. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda, tetapi seluruhnya harus bergerak dalam koordinasi yang sama.

“Begitu juga dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tidak ada satu unit yang bisa bekerja sendiri. Ada yang mengurusi sarana, prasarana, operasi, pelayanan, keamanan, komersial, hingga kehumasan. Semuanya mempunyai peran masing-masing dan harus saling mendukung. Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” katanya.

Baca Juga :  Penanganan TB Kota Padang Capai 95 Persen, Pemko Perkuat Eliminasi Tuberkulosis

Selain membangun kekompakan, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada pegawai dari berbagai unit untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan.

“Kita ingin seluruh insan KAI di Divre II Sumbar tidak hanya bekerja sebagai satu organisasi, tetapi juga merasa sebagai satu keluarga besar. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi teman-teman untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan, saling mengenal, dan membangun chemistry yang lebih baik,” ungkapnya.

Lutfi berharap suasana tersebut turut menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif. Hubungan antarkaryawan yang semakin baik, menurutnya, dapat mendukung komunikasi dan pelayanan kepada pelanggan.

“Kita ingin suasana kerja di KAI Divre II Sumbar semakin positif. Pegawai bekerja dengan penuh semangat, tetapi tetap bisa menikmati kebersamaan. Karena ketika hubungan antarkaryawan semakin baik, komunikasi juga semakin mudah dan pada akhirnya akan mendukung pekerjaan serta pelayanan kepada pelanggan,” jelas Lutfi.

Tim Kolaboratif Keluar sebagai Pemenang

Persaingan enam tim akhirnya dimenangkan Tim Kolaboratif. Tim tersebut beranggotakan Gema Fauzani Aprimarza, Najiburrahman, Syafrizon, Yoga Syafriadi, Ari Sanjaya, Nofrizal Hasan, Yusuf Hendryan, Rivo Dinata, Ade Nofendri Yamalta, Azwirman, Feri Gunawan, dan Rahadi Fareza.

Salah satu peserta, Ari Sanjaya, menilai perlombaan tersebut memberikan pengalaman berbeda. Tantangan terbesar muncul ketika peserta harus mengawali pergerakan lokomotif dari posisi diam.

“Yang paling berat saat awal menarik, karena lokomotif masih dalam posisi diam. Di situ sangat dibutuhkan kekompakan tim, mulai dari tenaga, tumpuan kaki, sampai aba-aba agar tarikan bisa dilakukan secara bersamaan. Setelah lokomotif mulai bergerak, tarikan terasa lebih ringan,” ungkap Ari.

Lutfi mengatakan pemilihan lokomotif sebagai objek perlombaan juga memiliki makna tersendiri. Lokomotif merupakan salah satu sarana penting dalam operasional perjalanan kereta api.

Baca Juga :  Wawako Maigus Nasir Dampingi Warga Kesulitan Naik Shelter SMPN 25 saat Simulasi Gempa dan Tsunami

“Hari ini lokomotif bukan kita minta untuk menarik kereta, tetapi justru kita yang menarik lokomotif. Ini tentu menjadi pengalaman yang cukup unik dan mudah-mudahan menjadi cerita yang menyenangkan bagi seluruh peserta. Tetapi yang paling penting, kita bisa mengambil pelajaran bahwa lokomotif seberat apa pun bisa kita gerakkan kalau dilakukan secara bersama-sama,” tutur Lutfi.

Ada Balap Kelereng hingga Estafet Tepung

KAI Divre II Sumbar tidak hanya menggelar lomba tarik lokomotif. Sejumlah permainan tradisional turut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Beberapa di antaranya yakni balap kelereng, balap karung, estafet tepung, dan gantung keranjang. Peserta serta suporter dari berbagai unit kerja ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Lutfi mengapresiasi antusiasme pegawai yang mengikuti perlombaan dengan semangat dan tetap menjaga sportivitas.

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini. Tidak ada yang perlu terlalu serius mengejar kemenangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menikmati prosesnya, menjaga sportivitas, dan membangun kebersamaan. Menang itu bonus, kebersamaan adalah tujuan utamanya,” kata Lutfi.

Semangat Kemerdekaan Dibawa ke Lingkungan Kerja

Lutfi berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada perlombaan. Menurutnya, nilai perjuangan dan semangat kemerdekaan perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kita ingin semangat kemerdekaan ini tidak hanya kita rayakan dengan perlombaan, tetapi juga kita implementasikan dalam pekerjaan. Semangat untuk terus bergerak maju, tidak mudah menyerah, saling membantu, dan memberikan yang terbaik harus terus kita bawa dalam menjalankan tugas,” ujar Lutfi.

Ia berharap seluruh pegawai kembali ke unit kerja masing-masing dengan semangat baru. Komunikasi dan kolaborasi yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus terbawa dalam pekerjaan.

Baca Juga :  Rendang Tali Asih Dharmasraya Tiba di Agam, 500 Kilogram Langsung Didistribusikan

“Kita kembali ke unit masing-masing dengan energi baru, komunikasi yang lebih baik, dan kolaborasi yang semakin solid. Karena pada akhirnya, yang kita kerjakan adalah satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat,” tambahnya.

KAI Divre II Sumbar berharap rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut semakin memperkuat soliditas, komunikasi, kolaborasi, serta semangat kekeluargaan di lingkungan perusahaan.

“Kalau lokomotif 42 ton saja bisa kita gerakkan bersama, tentu tantangan pekerjaan juga harus kita hadapi bersama. Mari terus bergerak maju, saling menguatkan, dan memberikan yang terbaik untuk KAI serta masyarakat,” tutup Lutfi.

Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyebut perlombaan tersebut turut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarkaryawan.

“Lomba tarik lokomotif ini memiliki pesan yang sangat kuat. Untuk menggerakkan sesuatu yang berat, kita membutuhkan kekuatan bersama, komunikasi, dan koordinasi. Nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pekerjaan kita sehari-hari,” ujar Reza.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada insan KAI untuk sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan. Momentum itu sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarkaryawan. (*)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Alee Rilis Single Apa Kabarmu?, Angkat Rindu yang Kembali Setelah Perpisahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

BLINGOUTKID Rilis Single Freak Like Me, Kisah Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:03 WIB

satchi! Rilis All the Almost, Lagu Indie-Folk tentang Cinta yang Tak Kunjung Terungkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Berita Terbaru