Padang, Javanusa—Cuaca Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (28/8/2026), diprediksi didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, masyarakat di sejumlah daerah perlu mewaspadai peluang hujan sejak siang hingga malam.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, menyampaikan untuk pagi hari, kondisi cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan di seluruh wilayah Sumbar.
Memasuki siang dan sore, kondisi langit masih cenderung cerah berawan hingga berawan. Meski begitu, peluang hujan muncul di sejumlah kabupaten dan kota.
Hujan ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Bukittinggi, Tanah Datar, dan Padang Panjang. Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung, serta Dharmasraya.
Sementara itu, Agam, Padang Pariaman, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama pada siang hingga sore hari.
Sijunjung Berpotensi Hujan Lebat pada Malam Hari
Pada malam hari, tutupan awan diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Hujan ringan berpeluang turun di Agam, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Berbeda dengan wilayah tersebut, Sijunjung berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam hari.
Memasuki dini hari, kondisi cuaca Sumbar diperkirakan kembali relatif stabil. Sebagian besar wilayah berpeluang mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan.
Suhu Sumbar Mencapai 33 Derajat Celsius
Selain prakiraan hujan, BMKG Minangkabau mencatat suhu udara Sumatera Barat berada pada kisaran 17–33 derajat Celsius.
Kelembapan udara diperkirakan mencapai 60–98 persen. Sementara itu, angin bergerak dari Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan 4–26 kilometer per jam.
Meski beberapa wilayah memiliki peluang hujan sedang hingga lebat, BMKG Minangkabau menyatakan peringatan dini cuaca harian nihil.
Masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan informasi cuaca BMKG, khususnya ketika hujan mulai berkembang pada siang hingga malam hari. (*)






