Goa Kelelawar Padayo Berpotensi Jadi Wisata Edukasi, Pemko Padang Siapkan Jalur dan Akses Baru

Penulis -

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau kawasan Goa Kelelawar Padayo, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau kawasan Goa Kelelawar Padayo, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Goa Kelelawar Padayo di kawasan Indarung berpeluang menjadi destinasi wisata alam unggulan Kota Padang.

Selain menyimpan panorama alami, goa ini juga memiliki formasi batuan yang dinilai bernilai tinggi untuk pembelajaran geologi.

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung kawasan Goa Kelelawar Padayo di Kompleks PT Semen Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fadly didampingi Kepala Dinas PUPR Padang Malvi Hendri dan Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza. Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, Pokdarwis, perwakilan PT Semen Padang, serta sejumlah pihak terkait juga turut hadir.

Potensi Wisata Edukasi Geologi

Fadly Amran menilai Goa Kelelawar Padayo memiliki karakteristik yang kuat untuk dikembangkan sebagai wisata alam berbasis edukasi.

Keberadaan empat spesies kelelawar aktif menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut. Selain itu, pengunjung juga dapat mempelajari berbagai formasi batuan yang terbentuk di dalam goa.

“Formasi-formasi batu ini cukup lengkap di sini. Ibaratnya tadi disebut textbook quality. Artinya, kita bisa belajar tentang cave opening dan berbagai formasi batuan yang kebanyakan bisa kita lihat di sini,” ujar Fadly Amran.

Menurutnya, potensi tersebut dapat memperkuat pengembangan sektor pariwisata Kota Padang, khususnya wisata yang memadukan rekreasi dan pendidikan.

Pengembangan Harus Jaga Ekosistem Goa

Namun, Fadly menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama proses pengembangan kawasan berlangsung.

Ia meminta Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis tetap mempertahankan kondisi alami Goa Kelelawar Padayo. Pembangunan fasilitas wisata, menurutnya, tidak boleh mengganggu ekosistem maupun habitat asli kelelawar.

“Saya tadi menitipkan kepada Pokdarwis, pastikan setiap pembangunan yang dilakukan ke depan tetap menjaga kelestarian dan keasrian goa, serta tidak mengganggu habitat asli Goa Kelelawar ini,” katanya.

Baca Juga :  Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako

Fadly berharap Pokdarwis dapat terus menjaga daya tarik alami kawasan tersebut. Langkah itu juga sejalan dengan Program Unggulan Jelajah Padang yang mendorong pengembangan potensi wisata daerah.

“Mudah-mudahan Goa Kelelawar melalui Pokdarwis-nya dapat terus mempertahankan keindahan alam yang luar biasa. Hal ini sejalan dengan Program Unggulan kita, yaitu Jelajah Padang, yang berfokus pada pengembangan wisata,” tambahnya.

Pemko Padang Siapkan Jalur Wisata dan Camping Ground

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza mengatakan pembenahan kawasan Goa Kelelawar Padayo telah berjalan melalui kolaborasi sejak 2025.

Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan mencakup penerangan kawasan, pembangunan jalan, serta penyediaan fasilitas pendukung.

Ke depan, Pemko Padang akan melanjutkan penataan jalur di dalam goa. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung aktivitas wisata minat khusus.

“Kita akan membenahi jalur di dalam kawasan goa. Selain itu, kawasan ini juga akan kita kembangkan untuk wisata minat khusus, seperti panjat tebing. Kemudian juga akan dilakukan penataan saung, petunjuk arah, dan pemasangan CCTV. Di luar kawasan, direncanakan pembangunan camping ground,” terang Yenni.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat kawasan Goa Kelelawar Padayo semakin nyaman dan menarik bagi wisatawan.

Pemko Upayakan Akses Jalan Baru

Selain fasilitas wisata, akses menuju lokasi juga menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, pengunjung masih harus melewati kawasan operasional PT Semen Padang untuk mencapai Goa Kelelawar Padayo.

Pemko Padang kini mengupayakan pembangunan akses jalan baru yang berdiri secara independen dari kawasan perusahaan.

“Lahan untuk pembukaan akses tersebut telah disiapkan. Selanjutnya, untuk anggaran pembangunan jalan akan kita upayakan bersama melalui kolaborasi dengan DPRD Padang dan PT Semen Padang, sehingga akses ini nantinya dapat segera diwujudkan,” pungkas Yenni.

Baca Juga :  Pantai Tiram Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Bahari Menuju Mentawai

Dengan penataan fasilitas dan rencana pembukaan akses baru, Goa Kelelawar Padayo diproyeksikan berkembang sebagai destinasi wisata alam edukatif.

Pengembangan kawasan tetap diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan habitat alami yang menjadi daya tarik utamanya. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru