3 Resep Bakso Ayam yang Kenyal dan Praktis, Mudah Dibuat di Rumah

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bakso ayam sayur. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi bakso ayam sayur. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Bakso ayam buatan sendiri bisa menjadi pilihan lauk atau camilan berprotein yang praktis. Dengan blender rumahan, Anda dapat membuat bakso tanpa membutuhkan mesin penggiling khusus.

Selain lebih mudah mengatur bahan, membuat bakso sendiri juga membantu Anda menentukan jumlah tepung, garam, serta bumbu yang digunakan.

Dada ayam tanpa kulit menjadi pilihan karena mengandung protein dan relatif rendah lemak. Melansir Halodoc, berikut tiga resep bakso ayam yang bisa dicoba di rumah.

1. Resep Bakso Ayam Original Tinggi Protein

Varian pertama cocok bagi Anda yang menginginkan bakso dengan rasa ayam yang lebih dominan. Resep ini menggunakan dada ayam tanpa kulit sebagai sumber protein utama.

Bahan:

    • 500 gram dada ayam filet, potong kecil dan bekukan setengah matang
    • 100 gram es batu yang sudah dihancurkan
    • 1 butir putih telur
    • 4 sendok makan tepung tapioka
    • 3 siung bawang putih goreng
    • 1 sendok teh garam
    • ½ sendok teh merica bubuk
    • ½ sendok teh kaldu jamur
Cara membuat:

Masukkan ayam dingin, es batu, dan bawang putih ke dalam blender. Proses sampai adonan berubah menjadi halus.

Setelah itu, pindahkan adonan ke dalam wadah. Tambahkan putih telur, tapioka, garam, merica, dan kaldu jamur.

Aduk seluruh bahan sampai tercampur dan adonan terasa berserat. Kondisi ini membantu menghasilkan tekstur bakso yang lebih kenyal.

Siapkan air dalam panci dan panaskan sampai hampir mendidih. Matikan api, kemudian bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan tangan dan sendok.

Masukkan seluruh bakso ke dalam air panas. Setelah semua adonan terbentuk, nyalakan api sedang dan rebus sampai bakso mengapung.

2. Resep Bakso Ayam Jamur

Jamur kuping memberikan sensasi renyah pada bakso ayam. Bahan tersebut juga menambah serat dalam sajian.

Baca Juga :  Putih Telur vs Kuning Telur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bahan:

    • 400 gram dada ayam filet dingin
    • 100 gram jamur kuping, cincang halus
    • 100 gram es batu
    • 1 putih telur
    • 3 sendok makan tepung tapioka
    • 3 siung bawang putih halus
    • Garam secukupnya
    • Lada secukupnya
Cara membuat:

Blender ayam bersama es batu dan bawang putih hingga teksturnya halus. Selanjutnya, tuangkan adonan ke dalam mangkuk.

Masukkan jamur kuping, putih telur, tepung tapioka, garam, dan lada. Aduk atau uleni sebentar sampai semua bahan tercampur rata.

Bentuk adonan menjadi bulatan dengan ukuran sesuai selera. Rebus bakso dalam air panas sampai matang dan mengapung.

Angkat bakso, kemudian tiriskan. Bakso ayam jamur dapat langsung disajikan atau digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan.

3. Resep Bakso Ayam Sayur

Bakso ayam juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan sayuran kepada anak. Wortel dan brokoli yang dicincang halus membuat sayuran lebih mudah tercampur dalam adonan.

Bahan:

    • 500 gram dada ayam filet
    • 50 gram wortel, parut halus
    • 50 gram brokoli, cincang sangat halus
    • 100 gram es batu
    • 1 putih telur
    • 4 sendok makan tepung tapioka
    • 1 sendok teh garam
    • ½ sendok teh bawang putih bubuk
Cara membuat:

Haluskan dada ayam dan es batu menggunakan blender. Pastikan adonan tetap dingin selama proses penghalusan.

Pindahkan ayam ke wadah. Campurkan wortel, brokoli, putih telur, tepung tapioka, garam, dan bawang putih bubuk.

Aduk hingga semua bahan menyatu dan adonan mudah dibentuk. Selanjutnya, buat bulatan bakso menggunakan tangan dan bantuan sendok.

Rebus bakso sampai matang dan mengapung sempurna. Setelah itu, angkat dan tiriskan sebelum disajikan.

Rahasia Membuat Bakso Ayam Tetap Kenyal

Tekstur kenyal tidak selalu membutuhkan bahan pengenyal tambahan. Suhu adonan dan teknik pengolahan justru berperan penting dalam proses pembuatan bakso ayam.

Baca Juga :  SMAN 1 Padang Juara ISFC 2026, Maigus Nasir Apresiasi Pembinaan Atlet Futsal Muda

Pertama, gunakan ayam dalam kondisi dingin dan tambahkan es batu saat proses penghalusan. Suhu rendah membantu mencegah adonan terlalu panas akibat gesekan pisau blender.

Kedua, gunakan putih telur sebagai pengikat alami. Bahan ini membantu menyatukan komponen adonan sekaligus mendukung tekstur bakso.

Ketiga, jangan berlebihan menggunakan tepung tapioka. Batasi penggunaannya sekitar 10–15 persen dari berat daging agar rasa ayam tetap terasa dan tekstur tidak terlalu alot.

Terakhir, perhatikan suhu air saat memasak. Masukkan bakso ke air panas ketika api sudah mati agar bentuknya lebih mudah terbentuk.

Setelah semua adonan masuk, nyalakan kembali api dan rebus dengan suhu sedang. Bakso yang mengapung menjadi salah satu tanda bahwa proses pemasakan telah berlangsung.

Perhatikan Kondisi Kesehatan

Kandungan gizi bakso ayam dapat berbeda sesuai bahan dan jumlah yang digunakan. Karena itu, kebutuhan setiap orang tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.

Orang dengan kondisi medis tertentu, termasuk intoleransi protein, asam urat, atau yang menjalani diet klinis khusus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengatur pola makan. (*)

Berita Terkait

Cara Membuat Cilok Empuk dan Lembut, Lengkap dengan Tipsnya
Tak Perlu Alat Khusus, Begini Cara Membuat Cold Brew di Rumah
Ubi Goreng Ternyata Punya Sejumlah Manfaat, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya
Resep Semur Daging Sapi Empuk dan Lezat, Praktis untuk Menu Keluarga
Resep Acar Kuning Segar dan Praktis, Cocok Jadi Pendamping Nasi
Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Margarin dan Mentega serta Kandungan Gizinya
Padang Gastronomy Market 2026 Hadir di Kota Tua, Tampilkan Kuliner Empat Etnis dan 50 UMKM
10 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas, Bisa Merusak Rasa dan Teksturnya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru