BAB Berdarah Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita mengalami sakit perut. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi seorang wanita mengalami sakit perut. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Buang air besar (BAB) berdarah bisa menjadi tanda gangguan pada saluran pencernaan, mulai dari wasir hingga penyakit yang membutuhkan penanganan serius. Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya sebelum menentukan pengobatan yang tepat.

Darah saat BAB dapat terlihat pada tinja, tisu toilet, atau air kloset. Jumlahnya bervariasi, mulai dari bercak kecil hingga perdarahan dalam jumlah banyak.

Warna darah juga dapat memberikan petunjuk mengenai sumber perdarahan. Namun, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Mengenali Tanda dan Warna Darah saat BAB

Dikutip dari Halodoc, BAB berdarah atau hematokezia merupakan kondisi ketika darah keluar bersama tinja atau muncul setelah seseorang buang air besar. Perdarahan dapat berasal dari berbagai bagian saluran pencernaan, mulai dari kerongkongan hingga anus.

Berikut beberapa karakteristik darah yang perlu diperhatikan:

    • Darah merah terang: Sering berkaitan dengan perdarahan di bagian bawah saluran pencernaan, misalnya akibat wasir atau fisura ani.
    • Darah berwarna merah gelap atau marun: Dapat menunjukkan perdarahan dari usus besar atau bagian usus yang lebih tinggi.
    • Tinja hitam pekat seperti aspal: Kondisi ini disebut melena dan dapat menandakan perdarahan dari saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung.

Meski wasir dan fisura ani termasuk penyebab yang umum, BAB berdarah juga dapat berkaitan dengan infeksi, peradangan usus, polip, atau kanker kolorektal.

Oleh karena itu, jangan mengabaikan perdarahan yang berulang. Terlebih jika kondisi tersebut disertai nyeri perut, perubahan pola BAB, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau tubuh terasa lemah.

Gejala BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Selain munculnya darah, penderita dapat mengalami sejumlah keluhan lain. Gejalanya bergantung pada lokasi, penyebab, dan tingkat keparahan perdarahan.

Baca Juga :  Manuel Neuer Akhiri Karier di Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

    • Darah merah terang pada tinja atau tisu toilet.
    • Tinja berwarna hitam pekat.
    • Nyeri atau kram perut.
    • Tubuh terasa lemah, pusing, atau mudah lelah.
    • Anemia akibat kehilangan darah.

Jika perdarahan berlangsung banyak atau disertai pusing berat, pingsan, sesak napas, maupun nyeri perut hebat, segera cari pertolongan medis darurat.

Cara Mengatasi BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Penanganan BAB berdarah harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Wasir, fisura ani, penyakit radang usus, divertikulitis, tukak lambung, dan infeksi tertentu memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda.

Berikut beberapa pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan.

1. Melakukan Perawatan di Rumah

Perawatan mandiri dapat membantu meredakan keluhan ringan, terutama jika perdarahan berkaitan dengan wasir atau fisura ani. Namun, langkah ini tidak menggantikan pemeriksaan medis ketika penyebab perdarahan belum diketahui.

Berendam dengan air hangat

Berendam dengan air hangat atau melakukan rendam duduk (sitz bath) dapat membantu mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman akibat wasir atau fisura ani.

Gunakan air hangat, bukan air panas, untuk menghindari iritasi pada kulit di sekitar anus.

Menggunakan krim atau salep sesuai kebutuhan

Krim atau salep tertentu dapat membantu meredakan gatal, nyeri, dan peradangan akibat wasir. Pilih produk sesuai indikasi dan ikuti petunjuk penggunaannya.

Jika keluhan tidak membaik, hindari penggunaan obat secara terus-menerus tanpa berkonsultasi dengan dokter. Perdarahan yang menetap membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Meningkatkan konsumsi makanan berserat

Sembelit dan kebiasaan mengejan berlebihan dapat memicu fisura ani atau memperburuk wasir. Karena itu, konsumsi serat dapat membantu melunakkan tinja dan memperlancar BAB.

Sumber serat antara lain sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Tingkatkan asupannya secara bertahap agar saluran pencernaan dapat beradaptasi.

Baca Juga :  Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Ini 10 Cara Ampuh Mengatasinya
Menjaga kebersihan area anus

Bersihkan area anus menggunakan air dan sabun lembut jika diperlukan. Hindari menggosok terlalu keras karena tindakan tersebut dapat memperburuk iritasi.

Setelah membersihkan area tersebut, keringkan kulit dengan menepuknya secara perlahan. Hindari menggaruk bagian yang terasa gatal.

Mencukupi kebutuhan cairan dan berolahraga

Minum air yang cukup dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mencegah sembelit. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, aktivitas, dan lingkungan.

Biasakan juga untuk tidak menunda keinginan buang air besar. Hindari mengejan terlalu kuat atau duduk terlalu lama di toilet.

2. Menjalani Pemeriksaan dan Perawatan Medis

Jika perdarahan berulang, berlangsung terus-menerus, atau tidak membaik, dokter perlu mengevaluasi sumber perdarahan. Penanganan selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan.

Endoskopi

Dokter dapat menggunakan endoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan dan menemukan sumber perdarahan. Melalui prosedur tertentu, dokter juga dapat menghentikan perdarahan menggunakan klip, alat pembakar khusus, atau suntikan obat.

Jenis endoskopi yang digunakan bergantung pada lokasi perdarahan dan kondisi pasien. Kolonoskopi, misalnya, dapat membantu memeriksa usus besar ketika dokter mencurigai sumber perdarahan berada di area tersebut.

Angiografi

Jika perdarahan tidak dapat dikendalikan melalui endoskopi atau sumbernya sulit dijangkau, dokter dapat mempertimbangkan angiografi.

Prosedur ini menggunakan pencitraan pembuluh darah untuk menemukan lokasi perdarahan. Dokter juga dapat melakukan embolisasi melalui kateter untuk menghentikan aliran darah pada pembuluh yang bermasalah.

Pemberian obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat sesuai penyebab BAB berdarah. Pilihannya meliputi obat untuk meredakan gejala wasir, pelunak tinja untuk mengatasi sembelit, atau obat antiinflamasi untuk penyakit radang usus.

Antibiotik hanya diperlukan pada infeksi bakteri tertentu sesuai hasil evaluasi dokter. Pada perdarahan saluran pencernaan bagian atas, dokter juga dapat memberikan obat penekan produksi asam lambung jika memang diperlukan.

Baca Juga :  Preview Spanyol vs Tanjung Verde: Juara Eropa Hadapi Tim Debutan Piala Dunia

Obat penghenti perdarahan tidak digunakan secara rutin untuk semua kasus. Dokter menentukan terapi berdasarkan sumber, tingkat keparahan, dan kondisi pasien.

Pembedahan

Dokter dapat merekomendasikan operasi jika penyebab perdarahan membutuhkan tindakan bedah. Contohnya meliputi kanker kolorektal, komplikasi divertikulitis tertentu, atau kerusakan usus yang tidak dapat ditangani dengan metode lain.

Keputusan operasi bergantung pada diagnosis, tingkat keparahan penyakit, dan respons pasien terhadap pengobatan sebelumnya.

Kapan BAB Berdarah Harus Diperiksakan?

Segera periksakan diri jika darah muncul berulang, jumlahnya meningkat, atau disertai perubahan kebiasaan BAB. Pemeriksaan juga penting jika keluhan muncul bersama penurunan berat badan, nyeri perut, atau tanda anemia.

Jangan menunda pertolongan darurat jika perdarahan berlangsung banyak, tinja berwarna hitam seperti aspal disertai kondisi tubuh memburuk, atau muncul pusing berat dan pingsan.

BAB berdarah tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, pemeriksaan sejak dini membantu dokter menemukan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. (*)

Berita Terkait

Selain Minum Air Hangat, Ini 9 Cara Meredakan Gejala Flu di Rumah
RSUD Mohammad Natsir Jalani Penilaian Akreditasi, Mahyeldi Dorong Pertahankan Predikat Paripurna
Curhat Online Bisa Bantu Redakan Beban Pikiran, Tapi Waspadai 5 Hal Ini
6 Ciri-Ciri Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejalanya
5 Kesalahan Menggunakan Obat Jerawat Alami yang Bisa Merusak Kulit
Penyebab Bersin Terus-Menerus dan Cara Efektif Mengatasinya
6 Layanan Estetik yang Populer, Bagaimana Hukum Halalnya Menurut Islam?
5 Gerakan Leg Day Gym untuk Pemula, Lengkap dengan Tips Mengatasi Nyeri Otot

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Jadi Narasumber Manasik Haji, Maigus Nasir Ingatkan Jemaah Jaga Akhlak dan Adab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:07 WIB

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK

Berita Terbaru