Otot Kaku Setelah Duduk Terlalu Lama? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wanita melakukan peregangan untuk mengurangi ketegangan otot. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi Wanita melakukan peregangan untuk mengurangi ketegangan otot. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Banyak orang merasakan tubuh menjadi kaku setelah bekerja berjam-jam di depan komputer, berkendara jauh, atau duduk dalam waktu lama.

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia, karena tubuh berada dalam posisi statis terlalu lama.

Kurangnya gerakan membuat otot tidak berkontraksi sebagaimana mestinya. Akibatnya, jaringan otot menjadi lebih tegang dan fleksibilitas sendi berkurang sehingga tubuh terasa tidak nyaman saat kembali bergerak.

Selain itu, duduk terlalu lama memperlambat sirkulasi darah. Pasokan oksigen dan nutrisi menuju otot ikut menurun sehingga jaringan menjadi lebih kaku dan sensitif terhadap rasa nyeri.

Pada kondisi tertentu, gangguan sirkulasi juga dapat meningkatkan risiko pembengkakan pada tungkai hingga terbentuknya bekuan darah.

Perubahan pada Sendi dan Otot Jadi Pemicu

Selain aliran darah yang melambat, kekakuan juga dipengaruhi perubahan pada cairan sinovial, yaitu cairan pelumas alami di dalam sendi.

Saat tubuh jarang bergerak, cairan tersebut menjadi lebih kental sehingga pergerakan sendi tidak lagi terasa mulus. Seiring bertambahnya usia, kemampuan cairan sinovial melumasi sendi juga menurun. Bersamaan dengan itu, ligamen, tendon, dan kapsul sendi ikut kehilangan kelenturannya.

Duduk terlalu lama juga menyebabkan ketidakseimbangan otot. Fleksor pinggul dan paha depan cenderung memendek, sedangkan otot bokong, paha belakang, dan otot inti melemah karena jarang digunakan.

Kondisi tersebut dapat memicu nyeri pinggul, menurunkan mobilitas, hingga memengaruhi pola berjalan apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Postur Tubuh Buruk Memperparah Kekakuan

Kebiasaan membungkuk saat bekerja atau menggunakan gawai turut memperburuk kondisi otot.

Postur yang kurang baik membuat beban pada otot meningkat sehingga otot lebih cepat lelah dan terasa kaku. Dalam waktu lama, kebiasaan ini dapat memicu keluhan pada leher, bahu, hingga punggung bawah.

Baca Juga :  Festival Muaro Padang Sukses Besar, Dikunjungi 360 Ribu Orang dan Perputaran Uang Rp 6,1 Miliar

Di sisi lain, sistem saraf juga berperan dalam munculnya sensasi kaku. Ketika sendi berada pada posisi yang sama terlalu lama, saraf menjadi lebih sensitif dan mengirimkan sinyal nyeri meski tidak terjadi kerusakan jaringan.

Cara Mengatasi Otot Kaku Setelah Duduk Lama

Langkah paling sederhana sekaligus efektif ialah mengurangi durasi duduk tanpa bergerak.

Luangkan waktu berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan setiap 30–60 menit. Kebiasaan ini membantu menjaga kelenturan jaringan, memperbaiki sirkulasi darah, sekaligus mengurangi sensitivitas saraf.

Aktivitas fisik secara rutin juga penting untuk menjaga kesehatan otot dan sendi. Olahraga aerobik seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang dapat meningkatkan aliran darah sehingga otot memperoleh suplai oksigen dan nutrisi yang cukup.

Tidak kalah penting, perhatikan posisi duduk. Duduk tegak dengan bahu rileks, telapak kaki menapak lantai, serta meja dan monitor yang sesuai prinsip ergonomi dapat mengurangi tekanan pada otot.

Tubuh juga membutuhkan asupan cairan yang cukup. Dehidrasi serta kekurangan mineral seperti magnesium dan kalium dapat membuat otot lebih mudah tegang.

Apabila kekakuan sudah muncul, kompres hangat atau dingin secara bergantian selama sekitar 20 menit dapat membantu mengurangi keluhan. Pijat ringan serta mandi air hangat juga efektif merilekskan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.

Peregangan Sederhana untuk Mengurangi Kekakuan

Peregangan ringan dapat mengembalikan mobilitas sendi sekaligus mengaktifkan kembali otot setelah lama tidak bergerak.

Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain:

    • Arm sweeps: angkat kedua lengan ke samping lalu ke atas sambil menarik napas, kemudian turunkan perlahan saat mengembuskan napas. Ulangi 5–10 kali.
    • Back bend: letakkan kedua tangan di punggung bawah, lalu lengkungkan punggung perlahan sambil mengangkat dada. Tahan selama 3–5 tarikan napas.
    • Chair pose: berdiri dengan kaki selebar bahu, angkat kedua tangan ke atas, lalu tekuk lutut dan pinggul seperti posisi akan duduk. Tahan beberapa detik.
    • Peregangan fleksor pinggul: berlutut dengan satu kaki di depan membentuk sudut 90 derajat, kemudian dorong pinggul perlahan ke depan.
    • Peregangan betis: hadap dinding, posisikan satu kaki di belakang, lalu tekuk kaki depan sambil menjaga tumit belakang tetap menapak.
    • Peregangan hamstring: berbaring dekat dinding, angkat satu kaki lurus menempel pada dinding untuk meregangkan otot paha belakang.
Baca Juga :  10 Makanan untuk Orang Demam yang Bantu Penuhi Energi dan Nutrisi

Melakukan peregangan selama beberapa menit setiap hari dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, memperluas rentang gerak sendi, sekaligus menurunkan risiko cedera.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meski umumnya tidak berbahaya, kekakuan otot perlu mendapat perhatian medis jika berlangsung lebih dari 30–60 menit setelah bangun tidur atau semakin berat dari waktu ke waktu.

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan apabila muncul pembengkakan, sendi terasa hangat, nyeri tajam, sensasi sendi terkunci, atau nyeri yang membangunkan saat malam hari.

Pemeriksaan juga diperlukan bila kekakuan berubah menjadi nyeri menetap saat berjalan atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada otot, sendi, maupun sistem muskuloskeletal yang memerlukan penanganan lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB