Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, Menkes Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Penulis -

Minggu, 6 September 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Menkes mengimbau warga batasi aktivitas di luar rumah. (Foto: Kemenkes)

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Menkes mengimbau warga batasi aktivitas di luar rumah. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Siaga atau Level III. Erupsi berlangsung terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026). Sementara arah angin turut membawa abu vulkanik ke sejumlah wilayah di sekitarnya.

Menkes Budi mengatakan paparan abu dalam intensitas tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan akut. Dampaknya antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan masalah pada kulit.

“Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata,” ujar Budi dalam konferensi pers Situasi dan Kondisi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring, Minggu (6/9/2026).

Anak-anak dan Lansia Lebih Rentan

Menkes mengingatkan kelompok tertentu memiliki risiko lebih besar saat terpapar abu vulkanik. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengurangi paparan langsung. Warga juga sebaiknya menggunakan perlindungan yang memadai jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengganggu mata dan kulit. Budi meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperparah iritasi.

“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air dan bila perlu gunakan obat tetes mata. Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut,” tegas Budi.

Setelah kembali dari luar rumah, warga juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan pakaian. Menurut Budi, partikel abu vulkanik memiliki sifat tajam sehingga dapat menimbulkan iritasi.

Baca Juga :  Wako Hendri Septa Tinjau Puskesmas Nanggalo, Pastikan Pelayanan Prima
Layanan Kesehatan Disiagakan 24 Jam

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil sejumlah langkah untuk menghadapi potensi peningkatan kasus kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kemenkes mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) mulai tingkat pusat hingga kabupaten/kota terdampak. Dinas Kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat juga mendapat instruksi untuk menyiagakan puskesmas serta rumah sakit selama 24 jam.

Kesiapsiagaan tersebut bertujuan mempercepat penanganan jika jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan meningkat. Fasilitas pelayanan kesehatan juga disiapkan untuk menangani keluhan akibat paparan abu vulkanik.

Kemenkes Pastikan Logistik Medis Tersedia

Selain memperkuat layanan kesehatan, Kemenkes memastikan distribusi kebutuhan medis tetap berjalan ke wilayah terdampak.

Logistik yang disiapkan mencakup masker medis dan N95, tabung oksigen serta konsentrator. Pemerintah juga menyalurkan nebulizer dan obat-obatan untuk menangani ISPA.

Kebutuhan medis untuk gangguan pada mata dan kulit turut disiapkan. Pasokannya mencakup obat tetes mata serta salep untuk menangani keluhan akibat paparan abu vulkanik.

Koordinasi Pemantauan Sebaran Abu

Kemenkes terus memperbarui koordinasi dengan sejumlah lembaga untuk memantau perkembangan erupsi. Koordinasi melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kerja sama tersebut mencakup pembaruan informasi mengenai sebaran abu vulkanik dan kesiapan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Menkes Budi juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta menggunakan sumber resmi pemerintah sebagai rujukan selama kondisi erupsi berlangsung.

“Sekali lagi, jangan panik. Tetap di rumah apabila tidak ada keperluan untuk keluar, gunakan masker dan lindungi mata. Jika mengalami keluhan, segera datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkas Budi. (*)

Baca Juga :  Nowela dan Bennett A.K. Rilis Semangat Maju, Lagu tentang Kebanggaan Indonesia

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru