Anggota DPRD Sumbar Sitti Izzati Aziz Dorong Warga Ketaping Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Penulis -

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz saat sosialisasi Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Minggu (9/8/2026). (Foto: Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz saat sosialisasi Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Minggu (9/8/2026). (Foto: Ist)

Padang Pariaman, Javanusa—Masyarakat Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, didorong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz, menilai pengetahuan tentang kebencanaan harus tumbuh sebelum keadaan darurat terjadi.

Pesan tersebut disampaikan Sitti saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Pondok Lesehan Eby “Piak Nona”, Jalan Akses Bandara Padang Pariaman. Sejumlah masyarakat Nagari Ketaping turut mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir pula Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, serta perwakilan BPBD Sumatera Barat, Analis Kebencanaan Ahli Muda Acil Erbara.

Kesiapsiagaan Dimulai Sebelum Bencana

Sitti mengatakan karakter geografis Sumatera Barat membuat daerah ini memiliki beragam potensi bencana.

Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko di lingkungan masing-masing. Mereka juga harus mengetahui tindakan yang tepat ketika keadaan darurat muncul.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Karena itu, kesiapan masyarakat harus dibangun sebelum bencana terjadi, bukan setelah musibah datang. Pengetahuan sederhana tentang apa yang harus dilakukan bisa menjadi sangat berarti dalam situasi darurat,” kata Sitti.

Menurut Sitti, Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2023 menjadi pedoman dalam menjalankan penanggulangan bencana secara terarah dan terpadu.

Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam menghadapi bencana.

Ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Masyarakat di kawasan rawan justru memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan lokasi bencana.

“Pemerintah memiliki kewajiban menyiapkan sistem dan memberikan perlindungan, tetapi masyarakat juga harus menjadi bagian dari sistem tersebut. Mulai dari mengenali lingkungan, mengetahui jalur evakuasi, menjaga komunikasi hingga saling membantu saat keadaan darurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Warga Perlu Mengenali Jalur Evakuasi

Sitti mengajak masyarakat Ketaping menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, keluarga perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai langkah penyelamatan. Hal serupa juga berlaku bagi kelompok masyarakat, pemerintah nagari, dan relawan.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Mari kita biasakan melakukan langkah-langkah sederhana seperti menyimpan dokumen penting dengan aman, mengetahui titik evakuasi dan memastikan anggota keluarga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” tuturnya.

Langkah sederhana tersebut, lanjut Sitti, dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih cepat saat menghadapi situasi kritis.

BPBD: Masyarakat Berperan dalam Respons Awal

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumbar, Acil Erbara, turut menjelaskan pentingnya kesiapan masyarakat di tingkat nagari.

Ia menyebut masyarakat memiliki peran strategis dalam penanganan awal. Posisi mereka yang dekat dengan lokasi kejadian membuat respons pertama sering kali berasal dari warga sekitar.

“Ketika bencana terjadi, masyarakat adalah yang pertama kali berada di lokasi. Karena itu, kapasitas dan pengetahuan masyarakat harus terus diperkuat. Semakin siap masyarakat, semakin kecil risiko yang bisa ditimbulkan,” kata Acil.

Acil juga menekankan pentingnya koordinasi antarpihak. Pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, relawan, dan unsur terkait perlu membangun komunikasi yang kuat.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang efektif di tingkat lokal.

Ketaping Didorong Menjadi Nagari Tangguh Bencana

Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, menyambut baik sosialisasi Perda Penanggulangan Bencana tersebut.

Ia berharap kegiatan itu tidak berhenti pada pemahaman mengenai aturan. Masyarakat juga perlu menerapkan pengetahuan kebencanaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang kebencanaan, sehingga ketika terjadi situasi darurat mereka tidak panik dan tahu harus berbuat apa,” ujar Dasman.

Baca Juga :  Disiplin dan Kolaborasi Jadi Penekanan dalam Apel Pagi Sekretariat DPRD Sumbar

Menurut Dasman, upaya membangun nagari tangguh bencana membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah nagari bersama warga akan terus mendorong kesadaran serta kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

Sosialisasi tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara DPRD Sumbar, BPBD, pemerintah nagari, dan masyarakat.

Ketangguhan bencana tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merespons setelah musibah terjadi. Kesiapan, kesadaran risiko, komunikasi, dan kepedulian sejak awal juga menjadi faktor penting.

Dengan budaya sadar bencana yang semakin kuat, masyarakat Ketaping diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat dan saling melindungi saat menghadapi kondisi darurat. (*)

Berita Terkait

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Padang
Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Monev KI Sumbar 2026, DPRD Sumbar Paparkan 19 Inovasi Layanan Informasi Publik
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru