ASN Peduli Literasi, Gerakan 1 ASN 1 Buku Perkuat Progul Nagari Pandai di Pessel

Penulis -

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen. (Foto: Dok. Niks)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen. (Foto: Dok. Niks)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mendorong transformasi nagari melalui penguatan budaya literasi dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Nagari Pandai 2025-2030 yang diusung Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Risnaldi Ibrahim.

Salah satu langkah konkret yang digulirkan adalah gerakan 1 ASN 1 Buku sebagai bentuk kepedulian aparatur terhadap pengembangan literasi masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen, Rabu (18/2/2026) menjelaskan gerakan tersebut merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan visi Nagari Pandai.

Ia menyebutkan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tampil sebagai pelopor budaya baca di tengah masyarakat.

“ASN tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga harus menjadi agen perubahan dalam membangun peradaban literasi,” katanya.

Ia menegaskan latar belakang program tersebut berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan minat baca dan akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan yang berkualitas.

Pemerintah daerah, katanya, ingin memastikan literasi tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang terukur.

Menurutnya, gerakan ini sekaligus menjadi dukungan konkret terhadap program literasi pemerintah daerah. ASN menunjukkan komitmen dalam membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan, khususnya di tingkat nagari sebagai basis kehidupan sosial masyarakat.

Adril menjelaskan jenis buku yang direkomendasikan dalam gerakan tersebut meliputi buku fisik maupun nonfisik yang memuat materi pendidikan, pengetahuan umum, referensi, serta keterampilan praktis.

Buku yang disumbangkan harus bersifat edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia menambahkan manfaat program tersebut tidak hanya sebatas penambahan koleksi buku, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya membaca di seluruh lapisan masyarakat.

Ketersediaan buku yang beragam, katanya, akan memudahkan warga nagari untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan lokal.

Baca Juga :  Bupati Annisa Tinjau Pembangunan Jembatan Batang Mimpi, Perkuat Akses Ekonomi Warga Sikabau

Dengan sumber belajar yang semakin lengkap, proses pembelajaran di sekolah dan taman baca dapat berlangsung lebih inovatif dan menyenangkan, sehingga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu pengetahuan.

Ia menyebutkan, akses buku yang lebih luas akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan berkualitas. Donasi buku dari ASN akan disalurkan ke perpustakaan sekolah dan taman baca masyarakat di berbagai kecamatan.

Selain itu, gerakan ini bertujuan memberdayakan warga melalui informasi dan wawasan baru. Buku yang tersedia diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masyarakat sesuai kebutuhan zaman, termasuk literasi digital dan literasi keuangan.

Ia menjelaskan, kondisi literasi di nagari sangat menentukan kemajuan masyarakat. Budaya baca yang kuat mampu mendorong inovasi, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat daya saing daerah di berbagai sektor pembangunan. Dalam konteks tersebut, ASN memegang peran strategis sebagai agen perubahan.

Adril menilai aparatur harus aktif mendorong minat baca dan mendampingi masyarakat agar adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi.

Gerakan 1 ASN 1 Buku mewajibkan setiap ASN menyumbangkan minimal satu buku untuk perpustakaan kecamatan.

Namun, Adril menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi ASN yang bersedia menyumbangkan lebih dari satu judul buku demi memperkaya koleksi bacaan.

Ia menjelaskan proses pengumpulan buku dilakukan melalui Kasubag Umum di masing-masing perangkat daerah.

Buku yang terkumpul kemudian diserahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk diseleksi berdasarkan kelayakan isi dan kondisi fisik.

Setelah melalui proses penyortiran, buku akan didistribusikan ke-15 perpustakaan pada 15 kecamatan yang ada di Pessel.

Distribusi tersebut dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Ia menambahkan, bantuan buku tersebut akan disesuaikan dengan potensi unggulan kecamatan.

“Jika suatu kecamatan memiliki potensi di sektor perkebunan, maka buku yang disalurkan lebih diutamakan berkaitan dengan perkebunan. Begitu pula untuk sektor peternakan, pertanian, pariwisata, dan bidang lainnya,” kata Adril lagi.

Baca Juga :  DPP PKPS Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana dan Resmikan Kantor Baru di Bekasi

Untuk memperluas jangkauan program, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kampanye digital dan kegiatan tatap muka digelar guna mendorong partisipasi ASN dan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem literasi daerah.

Adril menegaskan monitoring, survei dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengukur dampak program terhadap peningkatan minat baca masyarakat.

“Saya berharap gerakan ini akan mampu mewujudkan nagari yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing melalui budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat, sejalan dengan visi besar Progul Nagari Pandai 2025-2030,” tutupnya. (niks)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB