Barantin Gagalkan Penyelundupan Satwa Hidup Asal Thailand di Soekarno-Hatta, Disembunyikan di Pakaian

Penulis -

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karantina Banten bersama Bea Cukai serta aparat penegak hukum menggagalkan upaya penyelundupan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (8/5). (Foto: Barantin)

Karantina Banten bersama Bea Cukai serta aparat penegak hukum menggagalkan upaya penyelundupan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (8/5). (Foto: Barantin)

Tangerang, Javanusa—Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) bersama Bea Cukai serta aparat penegak hukum menggagalkan upaya penyelundupan satwa hidup asal Thailand.

Petugas mengamankan kasus ini di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (8/5).

Kasus ini terungkap setelah petugas Bea Cukai menerima informasi mengenai penumpang penerbangan internasional asal Thailand yang diduga membawa satwa tanpa dokumen karantina.

Petugas karantina kemudian bergerak cepat bersama instansi terkait dan langsung memeriksa barang bawaan penumpang tersebut.

Satwa Disembunyikan dalam Pakaian

Hasil pemeriksaan menunjukkan penumpang menyembunyikan sejumlah satwa hidup dengan cara tidak biasa. Pelaku menyimpan satwa di dalam kaus kaki dan menyelipkannya pada celana ketat elastis (legging) yang ia kenakan.

Petugas menemukan tiga ekor marmoset, empat ekor kadal panama, dua ekor bearded dragon, dan satu ekor kadal uromastyx.

Kepala Biro Hukum dan Humas Barantin, Hudiansyah Is Nursal, menegaskan bahwa setiap pemasukan hewan ke Indonesia wajib memenuhi persyaratan karantina. Aturan ini memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum masuk wilayah Indonesia.

“Pemasukan hewan tanpa adanya jaminan kesehatan dari negara asal berpotensi menyebarkan hama dan penyakit hewan, serta dapat merusak ekosistem dan mengancam kelestarian sumber daya hayati Indonesia,” ujar Hudiansyah saat konferensi pers, Sabtu (9/5).

Ancaman Pidana dan Denda Tinggi

Hudiansyah menjelaskan bahwa pelaku diduga melanggar Pasal 33 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Pelanggaran terjadi karena pelaku memasukkan media pembawa tanpa sertifikat kesehatan dan tidak melapor kepada petugas karantina.

Ia menegaskan, pelanggaran tersebut dapat berujung pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Bea Cukai, Karantina, dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan di pintu masuk negara,” tambahnya.

Baca Juga :  BGN Perketat Pengawasan Limbah dan Sisa Pangan Program MBG, Libatkan Kementerian dan Daerah
Satwa Disembunyikan Secara Sengaja

Kepala Karantina Banten, Duma Sari, menyebut hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pelaku sengaja menyembunyikan satwa untuk menghindari pemeriksaan petugas.

“Tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan hewan maupun aspek kesehatan dan keamanan hayati karena pemasukan satwa tanpa prosedur karantina berpotensi membawa hama dan penyakit hewan,” jelasnya.

Pelaku dan Satwa Diamankan

Duma mengungkapkan penumpang berinisial H.A, seorang warga negara Indonesia, telah diamankan. Petugas kini menempatkan seluruh satwa di Instalasi Karantina Hewan untuk observasi, pemeriksaan kesehatan, dan tindakan karantina lanjutan.

Ia menegaskan pengawasan lalu lintas hewan dan media pembawa di seluruh pintu masuk negara akan terus diperketat untuk mencegah penyelundupan dan masuknya penyakit hewan.

Imbauan untuk Masyarakat

Badan Karantina Indonesia mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh ketentuan karantina saat membawa hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya dari luar negeri.

Kepatuhan terhadap aturan ini penting untuk menjaga keamanan hayati, kesehatan masyarakat, dan kelestarian sumber daya alam Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB