Javanusa.com—Minum kopi setiap hari bukan masalah bagi kebanyakan orang. Namun, jumlah kafein, kondisi tubuh, serta bahan tambahan dalam kopi perlu menjadi perhatian agar kebiasaan ini tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Kopi telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Kehadirannya semakin mudah ditemui, termasuk melalui berbagai layanan pesan antar yang membuat secangkir kopi bisa dipesan kapan saja.
Meski begitu, konsumsi kopi secara berlebihan dapat memicu sejumlah keluhan. Risiko tersebut juga dapat meningkat ketika kopi mengandung banyak gula, krimer, whipped cream, atau tambahan lain.
Kafein Menjadi Faktor Utama
Kafein merupakan komponen utama yang perlu diperhatikan dalam konsumsi kopi. Setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap zat tersebut.
Usia, kondisi kesehatan, berat badan, serta respons tubuh dapat memengaruhi toleransi seseorang terhadap kafein. Sebagian orang bisa mengalami jantung berdebar setelah minum sedikit kopi.
Sebaliknya, ada pula orang yang tetap merasa nyaman setelah mengonsumsi beberapa cangkir. Karena itu, batas konsumsi tidak selalu sama untuk setiap individu.
Kopi juga memiliki sisi positif. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi kopi dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, gangguan neurologis, dan penyakit liver.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti konsumsi kopi tanpa batas. Asupan kafein berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, kecemasan, tremor, gangguan pencernaan, jantung berdebar, dan insomnia.
Dalam kondisi ekstrem, konsumsi kafein dalam jumlah sangat tinggi dapat menyebabkan keracunan hingga berpotensi mengancam nyawa.
Berapa Batas Aman Minum Kopi?
Salah satu penelitian yang terbit di New England Journal of Medicine pada 2012 mengamati 402.260 orang berusia 50–71 tahun.
Penelitian tersebut mengevaluasi hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kematian selama periode pengamatan sekitar 12–13 tahun. Para peneliti mengelompokkan konsumsi kopi mulai dari nol hingga enam cangkir per hari.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mengonsumsi sekitar empat hingga lima cangkir kopi per hari memiliki risiko kematian paling rendah dalam penelitian tersebut.
Dua penelitian lain juga menemukan pola serupa. Konsumsi empat hingga lima cangkir dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah selama periode pengamatan.
Namun, temuan tersebut tidak otomatis berarti empat hingga lima cangkir merupakan jumlah ideal bagi setiap orang. Batas konsumsi perlu mempertimbangkan jumlah kafein dan kondisi masing-masing individu.
Batas Kafein untuk Orang Dewasa
Menurut European Food Safety Authority (EFSA), orang dewasa sehat tanpa kondisi medis tertentu dapat mengonsumsi hingga 400 mg kafein per hari.
Jumlah tersebut secara kasar setara dengan sekitar empat cangkir kopi. Sebagai perbandingan, 400 mg kafein juga disebut setara dengan sekitar 10 kaleng minuman bersoda atau dua kaleng minuman berenergi.
Meski demikian, kandungan kafein tidak selalu sama pada setiap jenis kopi. Ukuran sajian, jenis biji, metode penyeduhan, dan produk yang digunakan dapat memengaruhi jumlah kafein.
Karena itu, jumlah cangkir tidak selalu menjadi ukuran paling akurat. Perhatikan pula jenis dan ukuran minuman yang dikonsumsi.
Ibu Hamil dan Anak Perlu Lebih Berhati-hati
Batas konsumsi kafein berbeda bagi wanita hamil dan menyusui. Dalam materi sumber, jumlah yang disebutkan berada pada angka 200 mg kafein per hari atau sekitar dua cangkir kopi.
Sementara itu, anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi kopi. Kafein dapat mengganggu pola tidur yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang.
Selain usia, kondisi kesehatan juga menentukan toleransi terhadap kafein. Orang yang memiliki sensitivitas tinggi mungkin perlu mengonsumsi kopi dalam jumlah jauh lebih sedikit.
Tidak Semua Orang Cocok Minum Kopi
Kopi dapat menimbulkan masalah bagi orang yang sensitif terhadap kafein. Minuman ini juga dapat memperburuk kecemasan atau membuat tidur terganggu pada sebagian orang.
Jika kopi memicu keluhan tersebut, mengurangi konsumsi menjadi pilihan yang lebih aman. Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan mungkin perlu menghindari kafein.
Perhatikan juga bahan tambahan dalam kopi. Gula, krimer, whipped cream, dan pemanis lainnya dapat meningkatkan asupan kalori jika dikonsumsi terlalu sering.
Karena itu, manfaat kopi sebaiknya tidak dinilai hanya dari jumlah cangkir. Komposisi minuman dan pola konsumsi secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?
Waktu minum kopi juga dapat memengaruhi manfaat dan efek samping kafein. Jika tujuannya meningkatkan kewaspadaan dan fokus, konsumsi sekitar pukul 09.30–11.30 dapat menjadi pilihan.
Waktu tersebut berkaitan dengan penurunan kadar kortisol setelah periode pagi. Kortisol merupakan hormon yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres dan kewaspadaan.
Sebaliknya, hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur. Kafein dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh dan mengganggu kualitas tidur.
Sebagai panduan, hindari konsumsi kopi setidaknya enam jam sebelum tidur. Jika kopi dikonsumsi untuk mendukung olahraga, waktu sekitar 30–60 menit sebelum latihan dapat membantu meningkatkan performa.
Pada akhirnya, batas aman minum kopi tidak hanya ditentukan oleh jumlah cangkir. Perhatikan total kafein, kondisi tubuh, waktu konsumsi, serta bahan tambahan dalam minuman. (*)






