Benarkah Es Bisa Mengatasi Jerawat? Ini Cara Pakai dan Risikonya

Penulis -

Rabu, 2 September 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mengompres jerawat dengan es. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi mengompres jerawat dengan es. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Jerawat yang merah, bengkak, dan terasa nyeri bisa membuat seseorang mencari cara cepat untuk meredakannya.

Salah satu metode rumahan yang sering digunakan adalah mengompres area berjerawat dengan es.

Kompres dingin memang dapat membantu mengurangi kemerahan, pembengkakan, peradangan, dan rasa sakit pada jerawat.

Namun, metode ini tidak mengatasi penyebab utama jerawat sehingga tidak dapat menjadi solusi jangka panjang.

Mengapa Es Bisa Membantu Meredakan Jerawat?

Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang sangat umum. Di Amerika Serikat, kondisi ini menyerang hingga 50 juta orang setiap tahun.

Pada sebagian orang, jerawat muncul sebagai benjolan merah dan meradang di permukaan kulit. Kondisi yang lebih berat dapat membentuk nodul atau kista yang berada lebih dalam dan terasa nyeri ketika disentuh.

Saat es ditempelkan pada kulit, suhu dingin menyebabkan vasokonstriksi. Proses tersebut membuat pembuluh darah menyempit dan aliran darah menuju area yang dikompres berkurang.

Efek tersebut dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit. Kompres dingin juga dapat membuat kemerahan pada jerawat tampak lebih berkurang.

Meski demikian, manfaat tersebut hanya bersifat sementara. Es tidak menghilangkan sumbatan pori, produksi minyak berlebih, maupun faktor lain yang memicu munculnya jerawat.

Cara Mengompres Jerawat dengan Es

Belum banyak penelitian yang secara khusus menentukan metode terbaik untuk menggunakan es sebagai perawatan jerawat. Karena itu, sejumlah dokter kulit menyarankan penggunaan kompres dingin secara hati-hati. Dilansir dari Health, berikut langkah yang dapat dilakukan:

    1. Bersihkan wajah terlebih dahulu, kemudian keringkan.
    2. Bungkus es menggunakan kain lap yang bersih dan lembut.
    3. Tempelkan kompres pada area jerawat.
    4. Batasi penggunaan selama sekitar 3–4 menit.
    5. Ulangi beberapa kali dalam sehari bila diperlukan untuk membantu mengurangi pembengkakan.
Baca Juga :  Sering Ngiler saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hindari menempelkan es secara langsung pada kulit. Paparan dingin yang terlalu lama dapat menyebabkan iritasi atau cedera pada jaringan kulit.

Kompres Hangat Juga Bisa Menjadi Pilihan

Selain kompres dingin, kompres hangat dapat digunakan untuk membantu mempercepat munculnya jerawat ke permukaan kulit.

Caranya cukup sederhana. Rendam kain bersih dalam air panas, kemudian tunggu hingga suhunya lebih nyaman bagi kulit.

Tempelkan kain tersebut pada jerawat selama 10–15 menit. Cara ini dapat dilakukan hingga tiga kali sehari.

Namun, jangan memencet jerawat setelah memberikan kompres. Kebiasaan tersebut dapat memperparah peradangan dan kemerahan serta berpotensi menyebarkan bakteri.

Untuk jerawat yang berada di permukaan kulit, obat topikal seperti adapalene, benzoil peroksida, atau asam salisilat umumnya lebih tepat digunakan.

Es Bukan Pengganti Obat Jerawat

Kompres es hanya membantu mengendalikan gejala tertentu. Perawatan tersebut tidak mengatasi faktor penyebab jerawat sehingga seseorang mungkin tetap membutuhkan terapi khusus.

Beberapa bahan yang umum digunakan dalam perawatan jerawat antara lain asam salisilat. Bahan ini membantu masuk ke pori-pori dan mengangkat sel kulit mati serta sebum yang dapat menyebabkan jerawat.

Adapalene juga dapat menjadi pilihan. Obat ini membantu mengurangi minyak, mengatasi bakteri, dan mempercepat pelepasan sel kulit mati pada lapisan permukaan kulit.

Pilihan lainnya meliputi benzoil peroksida, sulfur, dan resorcinol. Pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan tingkat keparahan jerawat.

Waspadai Risiko Menggunakan Es

Penggunaan es pada kulit tidak selalu aman, terutama jika dilakukan secara langsung atau terlalu lama.

Paparan dingin berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit. Risiko tersebut meningkat pada kulit yang sensitif.

Penggunaan es dalam waktu lama juga dapat memicu radang dingin atau cold urticaria. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gatal dan pembengkakan akibat paparan suhu dingin.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Kukuhkan 208 Dubalang Kota, Perkuat Program Padang Sigap Berbasis Adat

Orang dengan penyakit vaskular, penyakit Raynaud, diabetes, atau kebiasaan merokok memiliki risiko cedera akibat paparan dingin yang lebih tinggi.

Karena itu, selalu gunakan kain sebagai pelindung antara es dan kulit. Batasi durasi penggunaan untuk mengurangi risiko kerusakan kulit.

Pengobatan Rumahan yang Bisa Dipertimbangkan

Selain es, terdapat sejumlah metode rumahan yang pernah diteliti untuk membantu mengatasi jerawat. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum mencobanya.

Minyak pohon teh memiliki sifat antimikroba dan dalam penelitian dapat membantu memperbaiki jerawat ringan hingga sedang pada sebagian orang.

Minyak jojoba juga pernah diteliti dalam perawatan jerawat. Sebuah penelitian sebelumnya melaporkan peningkatan kondisi jerawat sebesar 54% setelah peserta menggunakan masker tanah liat yang mengandung minyak jojoba dua hingga tiga kali seminggu selama enam minggu.

Teh hijau mengandung senyawa yang dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit. Dalam sebuah penelitian, peserta yang menggunakan ekstrak teh hijau pada kulit melaporkan penurunan jerawat hingga 89% setelah delapan minggu.

Lidah buaya juga memiliki sifat yang dapat membantu mengurangi peradangan. Sebuah studi menemukan penurunan jumlah benjolan dan lesi ketika lidah buaya digunakan bersama ultrasound dan masker lembut.

Selain perawatan langsung pada kulit, pengelolaan stres juga penting. Stres dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang.

Teknik seperti pernapasan dalam dan yoga dapat membantu mengelola stres. Langkah tersebut berpotensi membantu mencegah jerawat semakin parah.

Kapan Jerawat Perlu Diperiksa Dokter?

Jika jerawat tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa minggu menjalani perawatan di rumah, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter kulit.

Dokter dapat menentukan jenis jerawat dan menyusun rencana terapi berdasarkan kondisi kulit. Pemeriksaan juga penting jika muncul tanda yang menunjukkan masalah lebih berat.

Baca Juga :  Gunung Marapi Erupsi, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kembali Ditutup

Segera pertimbangkan konsultasi jika mengalami:

    • Bintik gelap atau hiperpigmentasi.
    • Jerawat yang sangat merah atau terasa nyeri.
    • Jerawat berbentuk nodul atau kista.
    • Bekas luka akibat jerawat.
    • Tekanan emosional akibat kondisi kulit.
    • Jerawat yang terus memburuk dan tidak membaik.
    • Munculnya jerawat secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.

Pada akhirnya, es dapat menjadi cara sederhana untuk membantu meredakan pembengkakan dan rasa nyeri akibat jerawat. Namun, kompres dingin bukan pengobatan yang mampu menghilangkan penyebab jerawat.

Perawatan yang tepat tetap bergantung pada jenis, tingkat keparahan, serta kondisi kulit masing-masing orang. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru