Javanusa.com—Banyak orang menganggap wanita lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dibandingkan pria. Namun, anggapan tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Meski begitu, sejumlah faktor biologis, hormonal, hingga gaya hidup memang dapat membuat sebagian wanita lebih rentan mengalami penambahan berat badan.
Perdebatan mengenai apakah wanita lebih cepat gemuk dibandingkan pria masih sering muncul. Hingga kini, belum ada penelitian yang menyimpulkan bahwa wanita secara alami mengalami kenaikan berat badan lebih cepat daripada pria.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menunjukkan bahwa obesitas tidak hanya terjadi pada satu jenis kelamin. Pada 2022, sekitar 45 persen wanita dewasa dan 43 persen pria dewasa mengalami obesitas.
Sementara itu, prevalensi obesitas pada remaja mencapai sekitar 19 persen pada perempuan dan 21 persen pada laki-laki.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegemukan dapat dialami siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin maupun usia.
Di Indonesia, gambaran tersebut sedikit berbeda. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada orang dewasa di atas 18 tahun mencapai 31,2 persen pada perempuan, sedangkan laki-laki sebesar 15,7 persen.
Untuk obesitas sentral pada usia di atas 15 tahun, prevalensinya tercatat 54 persen pada perempuan dan 19 persen pada laki-laki.
Penyebab Utama Berat Badan Naik
WHO menyebut terdapat dua penyebab utama yang memicu kenaikan berat badan secara signifikan, baik pada pria maupun wanita.
Pertama, konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori secara berlebihan. Kedua, kurangnya aktivitas fisik yang membuat pengeluaran energi lebih rendah dibandingkan asupan kalori.
Meski demikian, terdapat beberapa kondisi yang membuat sebagian wanita memiliki risiko lebih besar mengalami kenaikan berat badan.
Faktor yang Membuat Wanita Lebih Rentan Gemuk
1. Penggunaan kontrasepsi hormonal
Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan adalah penggunaan alat kontrasepsi hormonal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Taibah University Medical Sciences menemukan bahwa wanita pengguna kontrasepsi hormonal cenderung mengalami peningkatan berat badan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.
Perubahan hormon diduga dapat meningkatkan nafsu makan sehingga asupan kalori menjadi lebih besar.
2. Pola makan yang kurang sehat
Pola makan menjadi faktor penting yang memengaruhi berat badan, baik pada pria maupun wanita.
Pada sebagian wanita, kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi saat hamil dan menyusui dapat berlanjut setelah masa tersebut berakhir. Jika asupan kalori tetap tinggi sementara kebutuhan energi sudah menurun, berat badan berpotensi meningkat.
Karena itu, pola makan bergizi seimbang tetap perlu dijaga setelah kehamilan maupun masa menyusui selesai.
3. Aktivitas fisik yang minim
Keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar sangat menentukan berat badan.
Sebagian orang menganggap pekerjaan rumah tangga sudah cukup untuk membakar banyak kalori. Padahal, tubuh yang berkeringat belum tentu menunjukkan pengeluaran energi yang tinggi.
Jika aktivitas fisik rendah disertai pola makan berlebih atau penggunaan kontrasepsi hormonal, risiko kenaikan berat badan menjadi semakin besar. Olahraga secara rutin tetap diperlukan untuk membantu menjaga berat badan ideal.
4. Perbedaan komposisi tubuh
Perbedaan biologis juga memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak.
Dalam buku Sex and Gender Factors Affecting Metabolic Homeostasis, Diabetes and Obesity dijelaskan bahwa wanita secara normal memiliki kadar lemak tubuh sekitar 20–25 persen dari berat badan, sedangkan pria berkisar 10–15 persen.
Selain itu, hormon estrogen berperan dalam penyimpanan lemak pada tubuh wanita. Sebaliknya, hormon testosteron pada pria cenderung membuat penyimpanan lemak lebih rendah.
Perbedaan inilah yang membuat wanita memiliki kecenderungan lebih besar menyimpan cadangan lemak.
5. Perubahan saat menopause
Risiko kenaikan berat badan juga meningkat ketika wanita memasuki masa menopause.
Seiring bertambahnya usia, massa otot akan berkurang sehingga laju metabolisme melambat. Kondisi ini menyebabkan tubuh membakar kalori lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Apabila pola makan tidak berubah sementara aktivitas fisik tetap rendah, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak sehingga berat badan meningkat.
Menurut Mayo Clinic, faktor genetik juga dapat memengaruhi kondisi tersebut. Seseorang yang memiliki riwayat obesitas atau penumpukan lemak di area perut dalam keluarga berpotensi mengalami kondisi serupa.
Cara Mencegah Berat Badan Bertambah
Meskipun wanita dapat memiliki beberapa faktor risiko tambahan, anggapan bahwa wanita pasti lebih cepat gemuk dibandingkan pria belum terbukti secara ilmiah.
Cara terbaik untuk menjaga berat badan tetap ideal adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang, mengontrol asupan kalori, rutin berolahraga, serta tetap aktif bergerak setiap hari. Dengan langkah tersebut, risiko obesitas dapat ditekan, baik pada wanita maupun pria. (*/red)






