Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi untuk meningkatkan pemanfaatan ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kerja sama tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani kedua lembaga. BGN dan KKP selanjutnya akan mendorong implementasi kerja sama tersebut di lapangan.
Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, penyediaan menu MBG harus memperhatikan kecukupan gizi bagi seluruh penerima manfaat.
“Intinya adalah bagaimana kandungan gizi dalam satu ompreng menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat, baik peserta didik maupun nonpeserta didik, yaitu 3B, Busui, Bumil, dan Balita, itu tersaji dengan kandungan gizi yang cukup,” ujar Mas Dar dalam agenda penandatanganan PKS BGN dan KKP di Jakarta, Rabu (30/9).
Menurutnya, ikan dapat menjadi salah satu pilihan penting untuk memenuhi kebutuhan protein dalam menu MBG. Pemanfaatannya juga dapat disesuaikan dengan potensi pangan yang tersedia di setiap wilayah.
Potensi Perikanan Laut Jadi Sumber Protein
Selain mengoptimalkan ikan yang sudah menjadi bagian dari konsumsi masyarakat, BGN ingin memperluas pemanfaatan hasil perikanan tangkap dari laut.
Mas Dar menyebut sejumlah jenis ikan, seperti tongkol dan tuna, memiliki kandungan gizi yang dapat mendukung kebutuhan penerima manfaat MBG.
“Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga gitu. Karena kandungan gizinya juga baik ya, apakah itu tongkol, apakah itu tuna, apakah itu ikan-ikan yang lain,” katanya.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan karakteristik pangan setiap daerah. BGN menilai menu MBG tidak harus memiliki komposisi yang sama di seluruh Indonesia.
Ketersediaan bahan pangan, potensi perikanan, serta kebiasaan makan masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan menu. Dengan pendekatan itu, program MBG dapat memanfaatkan sumber pangan lokal secara lebih optimal.
BGN Siap Dukung Gerakan Gemar Makan Ikan
Kerja sama BGN dan KKP juga membuka peluang pemanfaatan hasil perikanan dalam skala yang lebih luas. BGN menyatakan dukungannya terhadap gerakan gemar makan ikan yang digagas KKP.
BGN bahkan membuka peluang menjadi offtaker hasil perikanan. Produk tersebut nantinya dapat masuk ke dalam menu MBG sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Jadi kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan, kandungan asupan protein yang cukup, itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan. Jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP, kami siap untuk menjadi offtaker dan kemudian memperlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Mas Dar.
Kerja sama BGN dan KKP diharapkan dapat memperluas pemanfaatan potensi perikanan Indonesia sekaligus mendukung penyediaan menu MBG yang memenuhi kebutuhan protein penerima manfaat. (*)






