Bukan Sekadar Tren, VersaLayer Beri “Napas Kedua” untuk Limbah Denim

Penulis -

Jumat, 24 April 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim VersaLayer mengolah limbah denim menjadi produk baru yang bernilai. (Foto: Kemendag)

Tim VersaLayer mengolah limbah denim menjadi produk baru yang bernilai. (Foto: Kemendag)

Surakarta, Javanusa—Lemari pakaian yang terus penuh menyimpan persoalan lain yang jarang terlihat. Industri fesyen menghasilkan limbah kain dalam jumlah besar dan terus meningkat.

Pakaian yang dibeli karena tren cepat kehilangan nilai guna dan berakhir menjadi beban lingkungan. Namun, Mufida Khairul Muna bersama tim VersaLayer justru mengolah potongan denim menjadi produk baru yang bernilai.

VersaLayer hadir sejak Mei 2025. Mahasiswi Desain Mode Universitas Sebelas Maret (UNS) itu menggagasnya dari keresahan terhadap dampak fast fashion. Ia melihat tren belanja cepat, terutama di kalangan Gen Z, mendorong peningkatan limbah tekstil.

“Untuk di era sekarang itu yang paling bermasalah adalah sampah, sampah dari fast fashion. Apalagi sekarang orang-orang, terutama Gen Z, banyak yang mengikuti tren. Misalnya kalau ada baju viral, langsung ingin beli,” ujar Mufida.

Mengolah Limbah Jadi Produk Unik

VersaLayer menerapkan konsep upcycle untuk mengolah limbah denim. Tim memanfaatkan bahan jeans karena kuat, tetapi sulit terurai. Mereka mengumpulkan potongan kain dari berbagai mitra, lalu memilah dan mengolahnya kembali menjadi produk baru.

Proses produksi berjalan melalui keterampilan tangan dan ketelitian. Setiap jahitan mencerminkan kesadaran terhadap lingkungan.

Hasilnya berupa busana unik dengan karakter berbeda di setiap potongan. Perbedaan tersebut justru menjadi identitas utama produk VersaLayer.

Dari Inkubasi Kampus ke Pasar Nasional

Perjalanan VersaLayer berawal dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Tim menghadapi berbagai tantangan, tetapi tetap menjaga konsistensi.

Mereka memperkuat usaha melalui Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS dan memperluas pasar ke platform digital seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia.

Partisipasi dalam Solo Art Market serta program Campuspreneur dari Kementerian Perdagangan menjadi momentum penting. Program ini membuka akses pasar lebih luas sekaligus memperkuat inovasi bisnis.

Baca Juga :  Transformasi Digital Daerah Menguat, Pemprov Sumbar Raih Apresiasi Bank Indonesia Award 2025

Dalam setiap pameran, VersaLayer tidak hanya menampilkan produk. Tim juga menyampaikan cerita di balik setiap karya. Mereka mengajak pengunjung memahami nilai dari setiap potongan kain serta pentingnya mengurangi dampak lingkungan.

Edukasi Dampak Fast Fashion

VersaLayer terus mendorong kesadaran publik terhadap dampak industri fesyen. Tim menyadari edukasi tidak mudah, tetapi tetap konsisten menyampaikan pesan keberlanjutan.

“Masih banyak orang yang belum paham tentang dampak lingkungan dari kain yang kita pakai. Harapannya, produk kami bisa lebih dikenal karena tetap memperhatikan dampak lingkungan dan pengelolaan limbahnya,” kata Mufida.

Langkah VersaLayer mencerminkan tumbuhnya wirausaha muda yang fokus pada dampak sosial dan lingkungan.

Mereka tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga membangun kesadaran. Dari limbah denim, lahir karya yang membawa pesan keberlanjutan dan harapan bagi lingkungan. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru