Batam, Javanusa—Banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman merusak 3.600 hektare lahan pertanian dan mengancam mata pencaharian ratusan petani.
Kondisi ini disampaikan langsung Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, kepada Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam Rakernas APKASI XVII di Batam. Rakernas ini dihadiri seluruh bupati se-Indonesia dan mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”.
Bupati John Kenedy Azis mengungkapkan, sekitar 2.400 hektare lahan pertanian rusak berat akibat banjir dan longsor. Selain itu, 1.200 hektare lahan sawah hilang karena perubahan alur sungai dan tertutup lumpur tebal.
“Padang Pariaman seperti mundur 20 tahun. Ada lahan tertutup lumpur setebal 70 sentimeter sampai 1,5 meter, bahkan hilang total,” kata John Kenedy Azis.
Data tersebut dihimpun Pemkab Padang Pariaman pascabencana yang melanda wilayah itu pada akhir 2025.
Ratusan Petani Kehilangan Mata Pencaharian
Kerusakan lahan berdampak langsung pada kehidupan petani di daerah pesisir dan dataran rendah Padang Pariaman.
Sedikitnya 700 hingga 800 petani kehilangan sumber penghasilan.
“Ini bukan hanya soal lahan, tapi masa depan petani kami. Jika tidak ditangani cepat, kemiskinan baru akan muncul,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Padang Pariaman.
Dalam dialog bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, John menyampaikan dua permohonan utama.
Pertama, pencetakan kembali 1.200 hektare lahan sawah yang hilang akibat bencana.
Kedua, dukungan pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kelapa, kakao, dan pinang. Pemkab juga mengusulkan jambu mete sebagai alternatif usaha produktif bagi petani terdampak.
Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan pangan lokal dan memulihkan ekonomi desa. Padang Pariaman selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di pesisir barat Sumbar.
Mentan Pulihkan 3.600 Hektare Lahan
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman merespons permintaan tersebut secara tegas. Ia menyatakan siap menanggung pemulihan 2.400 hektare lahan rusak dan pencetakan 1.200 hektare lahan sawah baru.
“Insya Allah, itu menjadi tanggung jawab saya. Akan kami biayai lewat skema swakelola agar petani sendiri yang mengerjakan,” kata Amran.
Ia menegaskan, biaya pupuk dan pembangunan kembali lahan juga akan ditanggung Kementerian Pertanian.
Amran juga membuka ruang pengembangan komoditas unggulan Padang Pariaman. Ia meminta pemerintah daerah segera mengajukan kebutuhan bibit kakao dan jambu mete.
“Untuk mente dan kakao, silakan diminta. Kita dukung penuh,” ujarnya.
Program ini diharapkan menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani terdampak. Bupati John Kenedy Azis menyambut baik komitmen pemerintah pusat tersebut. Ia menilai dukungan ini sebagai bukti nyata kehadiran negara bagi daerah terdampak bencana.
“Ini memberi harapan besar bagi petani kami untuk bangkit kembali,” kata John.
Pemkab Padang Pariaman akan segera menyiapkan data teknis dan lahan prioritas pemulihan. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Selain itu, program tersebut juga memperkuat ketahanan pangan Sumatera Barat ke depan. (*/red)






