Bupati Padang Pariaman Sampaikan Dampak Banjir ke Mentan di Rakernas APKASI Batam

Penulis -

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menghadiri Rakernas APKASI XVII di Kota Batam. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menghadiri Rakernas APKASI XVII di Kota Batam. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Batam, Javanusa—Banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman merusak 3.600 hektare lahan pertanian dan mengancam mata pencaharian ratusan petani.

Kondisi ini disampaikan langsung Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, kepada Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam Rakernas APKASI XVII di Batam. Rakernas ini dihadiri seluruh bupati se-Indonesia dan mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”.

Bupati John Kenedy Azis mengungkapkan, sekitar 2.400 hektare lahan pertanian rusak berat akibat banjir dan longsor. Selain itu, 1.200 hektare lahan sawah hilang karena perubahan alur sungai dan tertutup lumpur tebal.

“Padang Pariaman seperti mundur 20 tahun. Ada lahan tertutup lumpur setebal 70 sentimeter sampai 1,5 meter, bahkan hilang total,” kata John Kenedy Azis.

Data tersebut dihimpun Pemkab Padang Pariaman pascabencana yang melanda wilayah itu pada akhir 2025.

Ratusan Petani Kehilangan Mata Pencaharian

Kerusakan lahan berdampak langsung pada kehidupan petani di daerah pesisir dan dataran rendah Padang Pariaman.
Sedikitnya 700 hingga 800 petani kehilangan sumber penghasilan.

“Ini bukan hanya soal lahan, tapi masa depan petani kami. Jika tidak ditangani cepat, kemiskinan baru akan muncul,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Padang Pariaman.

Dalam dialog bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, John menyampaikan dua permohonan utama.
Pertama, pencetakan kembali 1.200 hektare lahan sawah yang hilang akibat bencana.

Kedua, dukungan pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kelapa, kakao, dan pinang. Pemkab juga mengusulkan jambu mete sebagai alternatif usaha produktif bagi petani terdampak.

Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan pangan lokal dan memulihkan ekonomi desa. Padang Pariaman selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di pesisir barat Sumbar.

Baca Juga :  238 KK Nagari Anduriang Terima Sembako dari Sahabat Peduli Sumbar
Mentan Pulihkan 3.600 Hektare Lahan

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman merespons permintaan tersebut secara tegas. Ia menyatakan siap menanggung pemulihan 2.400 hektare lahan rusak dan pencetakan 1.200 hektare lahan sawah baru.

“Insya Allah, itu menjadi tanggung jawab saya. Akan kami biayai lewat skema swakelola agar petani sendiri yang mengerjakan,” kata Amran.

Ia menegaskan, biaya pupuk dan pembangunan kembali lahan juga akan ditanggung Kementerian Pertanian.

Amran juga membuka ruang pengembangan komoditas unggulan Padang Pariaman. Ia meminta pemerintah daerah segera mengajukan kebutuhan bibit kakao dan jambu mete.

“Untuk mente dan kakao, silakan diminta. Kita dukung penuh,” ujarnya.

Program ini diharapkan menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani terdampak. Bupati John Kenedy Azis menyambut baik komitmen pemerintah pusat tersebut. Ia menilai dukungan ini sebagai bukti nyata kehadiran negara bagi daerah terdampak bencana.

“Ini memberi harapan besar bagi petani kami untuk bangkit kembali,” kata John.

Pemkab Padang Pariaman akan segera menyiapkan data teknis dan lahan prioritas pemulihan. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Selain itu, program tersebut juga memperkuat ketahanan pangan Sumatera Barat ke depan. (*/red)

Berita Terkait

  Pemprov Sumbar Bantuan Pemulihan Ekonomi, 188 KPM Padang Pariaman Terima Rp564 Juta
Pulihkan Psikologis Anak Terdampak Bencana, Polwan Polres Padang Pariaman Gelar Trauma Healing
73 Wali Nagari Dilantik, Bupati Padang Pariaman Minta Kreatif Bangun Nagari
Tradisi Basapa 2026, Ribuan Peziarah Padati Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan  
Jembatan Darurat Batang Anai Kembali Dibuka, BPJN Siapkan Pembangunan Jembatan Permanen Rp45,2 Miliar
Segera Dibangun Kembali, Pembangunan SDN 05 Batang Anai Ditargetkan Rampung Januari 2027
Nagari Katapiang Diusulkan Mekar Jadi 5 Wilayah Baru, Ini Alasannya
Bupati JKA Temui Mensos, Proposal Sekolah Rakyat Tarok City Rp250 Miliar Diserahkan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB