Dana Perantau Minangkabau Rp20 Triliun, Bima Arya Dorong Investasi Produktif di Sumbar

Penulis -

Selasa, 3 November 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya saat Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026). (Foto: Adpsb)

Wamendagri Bima Arya saat Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026). (Foto: Adpsb)

Padang, Javanusa—Dana perantau Minangkabau yang diperkirakan mencapai Rp20 triliun berpotensi menjadi sumber pembiayaan strategis bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar).

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan potensi tersebut untuk investasi produktif dan pembangunan infrastruktur.

Langkah ini penting agar dana rantau memberikan manfaat ekonomi jangka panjang, bukan sekadar mendorong konsumsi masyarakat.

Bima menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (2/11/2026).

Ia mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang mengumpulkan seluruh kepala daerah untuk merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi berdasarkan potensi wilayah masing-masing.

Bima Arya Dorong Optimalisasi Dana Rantau

Menurut Bima, Sumbar memiliki modal ekonomi yang besar untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pemerintah daerah perlu mengelola potensi tersebut melalui strategi yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

Ia menilai, percepatan pertumbuhan tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah. Daerah perlu membangun ekosistem ekonomi yang mendorong investasi, memperkuat aktivitas usaha, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

“Potensi dana rantau ini perlu dimaksimalkan agar memberikan manfaat jangka panjang, termasuk untuk investasi dan infrastruktur. Setiap daerah juga harus mampu mengenali potensinya dan membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi sesuai karakteristik masing-masing,” ujarnya.

Sumbar Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, meminta seluruh kabupaten dan kota mempercepat investasi, memperkuat hilirisasi, serta mengoptimalkan sektor unggulan daerah.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 8 persen pada 2029. Pemerintah daerah juga menargetkan percepatan pemulihan ekonomi setelah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.

Mahyeldi menjelaskan, ekonomi Sumbar tumbuh 3,37 persen pada 2025. Namun, bencana hidrometeorologi menyebabkan kerusakan dan kerugian sekitar Rp33,527 triliun.

Baca Juga :  ULN Indonesia Capai US$453,4 Miliar pada Triwulan II 2026, Struktur Utang Tetap Sehat

Sementara itu, kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan mencapai Rp21,45 triliun. Dampak bencana cukup besar karena enam daerah terdampak menyumbang sekitar 58,9 persen terhadap perekonomian Sumbar.

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Mulai Pulih

Meski menghadapi tekanan akibat bencana, perekonomian Sumbar mulai menunjukkan perbaikan pada 2026.

Data pertumbuhan ekonomi mencatat angka 5,02 persen pada triwulan I dan 4,54 persen pada triwulan II. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi kumulatif Sumbar pada semester I 2026 mencapai 4,77 persen.

Mahyeldi menilai momentum pemulihan tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi, pengembangan UMKM, serta perbaikan konektivitas antarwilayah.

Selain itu, percepatan investasi dan belanja pemerintah yang memiliki daya ungkit ekonomi menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi angka dalam statistik atau perencanaan, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin pertumbuhan itu berdampak pada peningkatan kesempatan kerja, pendapatan, penurunan kemiskinan, dan penguatan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Kepala Daerah Diminta Susun Langkah Konkret

Untuk mempercepat realisasi target tersebut, Mahyeldi meminta setiap kabupaten dan kota segera menyusun program konkret sesuai potensi dan persoalan daerah masing-masing.

Penyusunan program harus mencakup penetapan lokasi kegiatan, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, kebutuhan anggaran, serta dukungan lintas pemerintahan.

Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, mengembangkan hilirisasi, dan mempererat keterhubungan ekonomi antardaerah di Sumbar.

BPS Tekankan Ekosistem Usaha dan Akurasi Data

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menekankan pentingnya pembangunan ekosistem usaha sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menurut Sonny, besarnya jumlah UMKM perlu diikuti keterhubungan dengan industri berskala besar. Dengan demikian, pelaku usaha kecil dapat masuk ke dalam rantai pasok industri dan turut menikmati pertumbuhan sektor tersebut.

Baca Juga :  Viswash Kumar Satu-Satunya Korban Selamat Kecelakaan Air India, Ungkap Detik-Detik Menegangkan

Ia mencontohkan Jepang yang mampu mempertahankan keterlibatan UMKM dalam industri otomotif melalui jaringan pemasok suku cadang dan komponen.

Model tersebut, menurutnya, dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor unggulan melalui penguatan hubungan antarpelaku usaha.

Sonny juga menyoroti pentingnya data ekonomi yang akurat untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan dan menentukan kebijakan yang tepat.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung kebutuhan tersebut. Ia meminta BPS di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota memperkuat koordinasi dengan kepala daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merumuskan strategi percepatan ekonomi Sumbar. (*)

Berita Terkait

Polda Sumbar Cek Harga Pangan di 19 Wilayah, Minyakita Tembus Rp20.000 per Liter
15 UMKM Padang Lolos Seleksi Lanjutan UMKM Champion 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
Bahlil Siapkan BUK Migas, Perizinan Hulu Migas Bakal Terintegrasi Satu Pintu
Minerba Convex 2026 Hadir 2–3 November, Sediakan Klinik RKAB dan Zona Edukasi Anak
Banpres UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Pemerintah Tetapkan 112.849 Penerima Tahap I
Realisasi KUR Tembus Rp262,4 Triliun, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026
Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi Lima Pati dan Pamen, Brigjen Nariyana Jadi Kapusdokkes

Senin, 2 November 2026 - 18:56 WIB

Bima Arya Dorong Daerah Perbanyak Event, Maigus Nasir: Padang Sudah Mulai Sejak 2025

Senin, 2 November 2026 - 15:36 WIB

Kemenhub Perketat Ramp Check Transportasi Jelang Nataru 2026/2027, Ribuan Kapal Diperiksa

Minggu, 1 November 2026 - 23:19 WIB

Kementan Dorong Harga Ayam Hidup Rp 22.000 per Kg, Peternak dan Konsumen Jadi Prioritas

Minggu, 1 November 2026 - 16:09 WIB

Fadly Amran Dukung Liga Kabaddi Perdana di Padang, Atlet Muda Dibina Sejak Sekolah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Hotspot Karhutla Nasional Naik Jadi 118 Titik, Papua Selatan Tertinggi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Banteng Jawa Terancam Punah, Kelahiran Anak Ketiga di Pangandaran Jadi Harapan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Berita Terbaru