Deteksi AFib untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah dengan OMRON Complete

Penulis -

Senin, 21 Oktober 2024 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Javanusa—Dalam rangka Hari Stroke Sedunia pada 29 Oktober, OMRON Healthcare Indonesia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pencegahan stroke, yang merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Salah satu faktor risiko terbesar stroke adalah fibrilasi atrium (AFib), gangguan irama jantung yang dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan.

AFib sering disebut sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya sering tidak disadari hingga terjadi serangan stroke, yang membuat kesadaran dan pemantauan proaktif menjadi sangat penting.

Kondisi ini meningkatkan risiko stroke pada penderita AFib hingga lima kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki ritme jantung normal.

“Mengingat AFib sering tidak terdeteksi, sangat penting bagi mereka yang berisiko tinggi untuk rutin memantau kesehatan jantung. Pemantauan dini dapat mendeteksi tanda-tanda AFi lebih awal, memungkinkan penanganan tepat waktu dan mengurangi risiko stroke,” kata Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Fibrilasi atrium (AFib) adalah aritmia yang paling sering ditemui dalam praktik medis sehari-hari, dengan prevalensi 1-2%.

Laporan dari PERKI mengindikasikan bahwa angka ini akan meningkat secara signifikan dalam 50 tahun mendatang. Sekitar 70% kasus AFib terjadi pada individu berusia 65-85 tahun, dengan 84% pada mereka yang berusia di atas 85 tahun.

WHO memperkirakan populasi lanjut usia di Indonesia akan meningkat menjadi 28,68% pada 2045-2050, yang mengindikasikan bahwa kejadian AFib akan terus meningkat, sehingga diperlukan strategi skrining dan manajemen yang efektif.

Peningkatan kasus AFib di Indonesia mencerminkan tren global, dengan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan perubahan gaya hidup berkontribusi terhadap pertumbuhan ini.

Banyak orang Indonesia, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun, memiliki risiko tinggi mengembangkan AFib. Namun, gangguan ritme jantung juga mulai umum terjadi pada kelompok usia produktif, khususnya antara 40 dan 65 tahun.

Baca Juga :  Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal

“AFib bertanggung jawab hingga 20% dari semua stroke iskemik. Dengan populasi yang menua dan perubahan gaya hidup, kejadian AFib terus meningkat, sehingga penting untuk meningkatkan edukasi tentang deteksi dini dan penanganan yang tepat,” kata Dr. Bagus Andi, SpJP-Ketua Pokja Hipertensi PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia).

Mendiagnosis AFib biasanya melibatkan beberapa tes, termasuk pemantauan Holter, yang merekam aktivitas jantung selama 24-48 jam, ekokardiogram untuk menilai struktur dan fungsi jantung, serta elektrokardiogram (ECG) untuk mendeteksi irama jantung yang tidak normal.

Tes darah juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat memicu AFib, seperti gangguan tiroid.

OMRON Complete adalah perangkat praktis yang dapat digunakan di rumah, yang menggabungkan pemantauan tekanan darah (BP) dan elektrokardiogram (ECG), dirancang untuk mendeteksi irama jantung yang tidak teratur seperti AFib, takikardia, dan bradikardia.

Dengan peringatan real time dan pengukuran yang akurat, perangkat ini membantu menghubungkan pasien dan penyedia layanan kesehatan, memungkinkan penanganan tepat waktu.

OMRON Complete juga terhubung ke aplikasi OMRON Connect melalui Bluetooth, memungkinkan pengguna menyimpan dan membagikan data dengan dokter untuk manajemen kesehatan jantung secara berkelanjutan.

“Misi kami di OMRON adalah melengkapi individu dengan alat yang mereka butuhkan untuk mendeteksi risiko kesehatan sejak dini, terutama AFib, yang dapat berujung pada stroke,” kata Tomoaki Watanabe.

“Dengan menggabungkan pemantauan BP dan ECG, OMRON Complete memungkinkan deteksi dini terhadap kelainan yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya,” tambahnya.

Dr. Bagus Andi menekankan pentingnya kemajuan teknologi. “Munculnya perangkat yang user-friendly, mudah digunakan, dan terjangkau seperti OMRON Complete untuk mendeteksi fibrilasi atrium (AF) sangatlah penting. Inovasi ini meningkatkan kepraktisan serta efisiensi dari skrining dan pencegahan kardiovaskular, sehingga memberi manfaat besar bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Baca Juga :  Listrik Aceh Berangsur Pulih, Sumut dan Sumbar Sudah 100 Persen Menyala

Seiring meningkatnya kesadaran akan risiko terkait AFib dan perkembangan dalam teknologi pemantauan kesehatan, Hari Stroke Sedunia menjadi pengingat penting untuk memprioritaskan kesehatan jantung dan mengambil langkah pencegahan terhadap stroke.

Pemantauan rutin adalah kunci deteksi dini, dan dengan inovasi seperti OMRON Complete, menjaga kesehatan jantung kini lebih mudah.

Tentang OMRON Healthcare

Berkomitmen untuk memajukan kesehatan dan memberdayakan masyarakat di seluruh dunia untuk menjalani hidup sepenuhnya, OMRON Healthcare adalah pemimpin global di bidang peralatan medis inovatif yang telah terbukti secara klinis untuk pemantauan dan perawatan kesehatan di rumah.

Bertujuan untuk mewujudkan visi “Going for Zero, Preventive Care for the Health of Society”, perusahaan ini mengembangkan produk dan layanan untuk pengelolaan kondisi kardiovaskular, pemantauan pasien dari jarak jauh, perawatan pernapasan, dan perangkat terapi nyeri.

Produk-produk ini membantu para profesional kesehatan dan pasien untuk mengurangi kejadian serebro-kardiovaskular, memburuknya penyakit pernapasan, dan keterbatasan akibat nyeri kronis.

Dengan lebih dari 350 juta unit terjual di seluruh dunia, OMRON menyediakan monitor tekanan darah yang paling direkomendasikan di dunia oleh para profesional perawatan kesehatan.

Sepanjang sejarahnya, OMRON Healthcare telah berusaha untuk meningkatkan kehidupan dan berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik dengan mengembangkan inovasi yang membantu orang mencegah, mengobati, dan mengelola kondisi medis mereka serta menyediakan produk dan layanan di lebih dari 130 negara. (rel)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB