Javanusa.com—Menyimpan telur di kulkas memang menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, cara penyimpanannya tidak boleh sembarangan.
Kesalahan kecil, seperti menaruh telur di pintu kulkas atau mencucinya sebelum disimpan, justru dapat mempercepat kerusakan dan menurunkan kualitas telur.
Telur merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Karena itu, penting memahami cara menyimpan telur yang benar agar tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak cepat busuk. Berikut cara menyimpan telur agar awet dan tetap segar.
1. Simpan Telur di Kulkas dengan Posisi yang Tepat
Salah satu cara paling efektif menjaga kesegaran telur adalah menyimpannya di dalam kulkas. Suhu dingin membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan telur cepat rusak.
Idealnya, telur disimpan pada suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Letakkan telur di rak bagian dalam kulkas menggunakan karton atau wadah aslinya. Posisi ini memiliki suhu yang lebih stabil dibandingkan area pintu kulkas yang sering mengalami perubahan suhu akibat buka-tutup.
Selain menjaga kelembapan, karton telur juga membantu mencegah penyerapan aroma makanan lain yang tersimpan di dalam lemari es.
2. Telur Bisa Dibekukan untuk Penyimpanan Lebih Lama
Bagi yang ingin menyimpan telur selama beberapa minggu, metode pembekuan bisa menjadi pilihan. Namun, telur sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu dari cangkangnya sebelum dimasukkan ke freezer.
Campurkan kuning dan putih telur, lalu tambahkan sekitar 1 gram garam atau 5 gram gula sebelum dibekukan. Langkah ini membantu mencegah perubahan tekstur saat proses pembekuan berlangsung.
Simpan telur dalam wadah tertutup rapat dan beri label berisi tanggal penyimpanan serta jenis isi telur. Saat akan digunakan, pindahkan ke kulkas dan biarkan mencair semalaman.
3. Hindari Menyimpan Telur di Pintu Kulkas
Banyak kulkas menyediakan rak khusus telur di bagian pintu. Meski terlihat praktis, lokasi tersebut bukan tempat terbaik untuk menyimpan telur.
Pintu kulkas merupakan area yang paling sering mengalami perubahan suhu. Kondisi ini dapat mempercepat penurunan kualitas telur dan meningkatkan risiko pembusukan dibandingkan penyimpanan di rak bagian dalam.
4. Jangan Biarkan Telur Terlalu Lama di Suhu Ruangan
Menurut Marianne Gravely, Senior Technical Information Specialist dari U.S. Department of Agriculture, telur tidak dianjurkan berada pada suhu ruangan lebih dari dua jam.
Pasalnya, tidak ada jaminan bahwa cangkang telur benar-benar bebas dari bakteri, jamur, maupun virus. Risiko kontaminasi tetap ada, baik telur berasal dari peternakan, pasar tradisional, maupun supermarket.
Karena itu, telur sebaiknya segera disimpan di kulkas setelah dibeli untuk mengurangi peluang pertumbuhan bakteri seperti Salmonella.
5. Simpan dengan Ujung Runcing Menghadap ke Bawah
Cara menyimpan telur agar awet berikutnya adalah meletakkan bagian runcing di bawah dan bagian tumpul di atas.
Posisi ini membantu menjaga kantung udara tetap berada di bagian atas telur. Dengan demikian, membran di dalam telur lebih terlindungi dan kualitas isi telur dapat bertahan lebih lama.
Metode sederhana ini juga membantu memperpanjang masa simpan, terutama ketika telur disimpan dalam lemari pendingin.
6. Jangan Mencuci Telur Sebelum Disimpan
Banyak orang mencuci telur sebelum memasukkannya ke kulkas karena menganggap cara tersebut lebih higienis. Namun, kebiasaan ini justru tidak disarankan.
Menurut Poultry Extension, cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami yang dikenal sebagai cuticle atau bloom. Lapisan tersebut berfungsi menghalangi masuknya bakteri sekaligus menjaga kelembapan di dalam telur.
Saat telur dicuci, lapisan pelindung ini dapat hilang. Akibatnya, telur menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi dan berisiko lebih cepat busuk.
Pentingnya Menyimpan Telur dengan Benar
Kementerian Pertanian RI mewajibkan vaksinasi pada ayam petelur serta pengendalian penyakit seperti flu burung dan Salmonella. Meski demikian, konsumen tetap perlu menerapkan penyimpanan yang tepat karena sulit memastikan seluruh telur yang beredar benar-benar bebas dari kuman.
Dengan menerapkan cara menyimpan telur yang benar, kualitas nutrisi dapat terjaga lebih lama dan risiko kerusakan dapat diminimalkan. Selain lebih awet, telur juga tetap aman untuk dikonsumsi sehari-hari. (*/red)






