Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman meresmikan enam jembatan strategis yang tersebar di sejumlah kecamatan, Jumat (10/4/2026).
Peresmian ini berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan sejak 2025 hingga 2026.
Peresmian dipusatkan di Jembatan Kampung Tanjung, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan. Jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat yang sebelumnya terputus selama bertahun-tahun.
Lima jembatan lain yang turut diresmikan meliputi Jembatan Padang Maduang dan Jembatan Koto Sungai Pingai di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Jembatan Tanjuang Dama di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Jembatan Kampung Tangah di Kecamatan Lubuk Alung, serta Jembatan Kubu di Kecamatan Ulakan Tapakis.
Total anggaran pembangunan keenam jembatan tersebut mencapai Rp3.982.807.279.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan pembangunan tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan fiskal. Ia menyebut jembatan berfungsi sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Menurutnya, sebagian besar jembatan sebelumnya mengalami kerusakan berat hingga terputus akibat bencana dalam tiga hingga lima tahun terakhir. Seluruh jembatan kini telah dibangun kembali dan dapat digunakan masyarakat.
Selain jembatan, pemerintah daerah juga membangun beberapa ruas jalan pada tahun 2025 yang ikut diresmikan bersamaan.
Untuk tahun 2026, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp90 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan infrastruktur di 17 kecamatan. Anggaran tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan irigasi.
Bupati juga memastikan kondisi keuangan daerah tetap stabil. Pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, tenaga pendidik, hingga PPPK disebut berjalan tanpa defisit anggaran.
Di sisi lain, pemerintah daerah mengajukan skema rehabilitasi dan rekonstruksi (R3P) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani infrastruktur rusak akibat bencana. Sebagai langkah sementara, pembangunan jembatan darurat seperti jembatan Bailey direncanakan, termasuk di kawasan Anduriang dengan dukungan Brimob.
Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menyampaikan pembangunan tetap berjalan meski dalam kondisi efisiensi. Ia menyebut anggaran pembangunan jembatan berasal dari DAU.
Tokoh masyarakat Gasan Gadang, Hasan Basri Dt Rang Kayo, menyatakan Jembatan Kampung Tanjung menjadi akses penting yang menghubungkan wilayahnya dengan Sungai Geringging setelah terputus sekitar enam tahun.
Peresmian dihadiri anggota DPRD Hengki Irawan, jajaran pemerintah daerah, camat dari enam kecamatan, serta unsur pemerintahan nagari dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda mulai beroperasinya jembatan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun. (*/red)






